Amir HT Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia

Buku  ”The 500 Most Influential Muslims In The World” mencantum  tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh di dunia Islam, pengaruh baik atau buruk ?

The Royal Islamic Strategic Studies Center untuk pertama kalinya  menerbitkan buku “The 500 Most Influential Muslims In The World” tahun  2009. “500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia” Buku yang diterbitkan  bersama lembaga Prince Alwaleed Bin Talal Center for Christian-Muslim  Understanding ini melibatkan pengamat dunia Islam yang namanya sudah  dikenal luas di dunia internasional, Profesor John Esposito dan Profesor Ibrahim Kalin sebagai editor utama.

Dalam daftar 500 Muslim yang dianggap paling berpengaruh di dunia,  terdapat sejumlah nama tokoh Muslim dari Indonesia yang masuk daftar 50  tokoh peringkat teratas diantara 500 tokoh.Antara lain Profesor Doktor  Din Syamsuddin, pimpinan Muhammadyah, dai kondang Abdullah “AA Gym” Gymnastiar dan Dr KH Ahcmad Hasyim Muzadi, pimpinan Nahdlatul Ulama.

Tidak beberapa lama terbit , buku ini segera menuai kontroversi.  Sejauhmana pengaruh tokoh-tokoh yang disebut dalam buku ini  dipertanyakan. Muncul pertanyaan bagaimana mungkin Raja Saudi, Abdullah  bin Abdul Aziz Al Saud disebut-sebut sebagai tokoh nomor satu yang  paling berpengaruh di dunia Islam.

Saudi memiliki pengaruh di dunia Islam, bukanlah karena rajanya,  namun karena keberadaan Makkah dan Madinah yang merupakan tempat suci  bagi umat Islam di seluruh dunia. Termasuk apa pengaruh Raja Mohammed VI dari Maroko (peringkat ketiga)  dan Raja Yordania Abdullah II  (peringkat keempat), sejauh mana pengaruhnya bagi dunia Islam ?

Namun melihat buku ini  diterbitkan bersama lembaga Prince Alwaleed  Bin Talal bisa dimengerti. Pangeran Al Waleed bin Talal sendiri dikenal  sebagai salah satu pengeran Saudi yang kaya raya. Dengan kekayaan USD21  miliar (Rp190 triliun), majalah Forbes menempatkannya sebagai orang  terkaya ke-19 di dunia. Dia merupakan cucu pendiri KerajaanArab  Saudi,AbdulazizAl-Saud.

Al Waleed juga dikenal sebagai salah satu ujung tombak liberalisasi  Saudi saat ini baik dibidang ekonomi, politik, pendidikan maupun  keagamaan. Dia menyerukan dengan kencang isu emansipasi wanita di Saudi. Al Waleed termasuk pangeran Saudi yang mendorong dialog antar agama . “Saya ingin menjadi jembatan antara umat Kristen, Islam, dan Yahudi. Di  salah satu hotel saya di Paris, George V,Anda dapat memperoleh Injil  dengan mudah, Kitab Suci Yahudi, dan Alquran di masing-masing kamar, “ ujarnya

Tidak mengherankan kalau dalam dalam list disamping terdapat tokoh  yang memberikan pengaruh baik, terdapat juga orang-orang yang justru  dikenal berpengaruh buruk karena ideologi liberal yang mereka anut.  Terdapat pentolan  liberal yang selama ini mengusung memiliki misi  menghancurkan Islam  atas nama liberalisasi dan emansipasi seperti Siti  Musdah Mulia (Indonesia) dan Aminah Wadud (Amerika) pernah menjadi Imam  Sholat Jumat  , Fatima Mernissi (Maroko) budayawan yang dikenal paling  sering menyerang syariah Islam.  Tokoh kontroversial lain yang berpikir  liberal adalah Syekh Al Azhar Muhammad Said Tantawi dan Mufti Mesir Dr  Ali Goma’a .

Tokoh berpengaruh buruk lainnya adalah penguasa negeri Islam yang  selama ini dikenal represif, diktator dan menjadi boneka negara  imperialis di dunia Islam . Diantaranya  presiden boneka Afghanistan  Hamid Karzai, Syekh Hasina (Bangladesh), Raja Abdullah (Maroko),Moammar  Gaddafi (Libya),Zardari (Pakistan), Mahmoud Abbas (Palestina).

Sementara itu, Mullah Omar (Afghanistan),Ayman al Zawahiri (Mesir),  Abu Bakar Ba’asyir (Indonesia) , Abu Omar al Baghdadi (Irak) dan Osamah  bin Laden (Arab Saudi) yang selama ini kenal menentang penjajahan Barat  dimasukkan sebagai tokoh berpengaruh dalam katagori radikal.

Beberapa tokoh gerakan Islam juga ditulis sebagai tokoh yang  berpengaruh dan memiliki jaringan internasional yang kuat seperti   Akademi Fiqih Islam Internasional, Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir  di Yordania (Syekh Atha Abu Rashta), Aal al-Bayt Institute for Islamic  Thought di Yordania , pergerakan Fethullah Gulen Turki, dan Hizbullah di Lebanon, dan Jamaah Tabligh di Pakistan .

Sebagaimana buku-buku penokohan lainnya, list tokoh pastilah sangat  dipengaruhi oleh subjektifitas dan kepentingan penyusun. Menurut  Ustadz Abu Bakar Ba’asyir penulis buku  membagi dua tokoh Islam, moderat dan  radikal. Tokoh Islam moderat sebagaimana dimaksudkan Amerika adalah  tokoh Islam yang tidak setuju syariat Islam diberlakukan. Mereka juga  tidak setuju jika perjuangan adalah jihad. Sedang tokoh Islam radikal  adalah golongan yang berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah dan  berusaha menegakkan syariat Islam.“Tokoh inilah yang oleh Amerika  dinamakan garis keras,” tegasnya. “Dan karena saya ingin syariat Islam  diberlakukan, maka saya dinamakan tokoh garis keras,” tegasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: