Archive for July, 2011

Orang Miskin Tetap Susah Kuliah

July 27, 2011

Tahun ajaran baru telah datang, orangtua dan para siswa sudah sibuk mencari sekolah mana yang akan di pilih (mulai sekolah dasar maupun sampai perguruan tinggi) dan menghitung-hitung berapa dana yang harus di siapkan.   Karena saat ini, untuk mendapatkan sekolah yang bagus harus sukarela untuk mengeluarkan dana yang bernilai jutaan bahkan sampai ratusan juta.  Wajar, bila dikatakan orang miskin terlarang untuk sekolah yang bermutu.  Beberapa bulan yang lalu, tersebar opini bahwa orang miskin sudah berpeluang untuk kulah, bahkan pernyataan ini langsung dilontarkan oleh orang no 1 di jajaran dinas pendidikan nasional.

Mendiknas Muhammad Nuh, : “Istilah orang miskin tidak bisa kuliah sudah kita kubur dalam-dalam. Sekarang orang miskin bisa kuliah, apalagi sekarang pemerintah telah menyediakan beasiswa bidik misi bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin,” (Republika.co.id, 23 April 2011). Pada saat kunjungan ke Pangkal Pinang Mendiknas juga mengulang kata-kata yang sama saat bertemu dengan  perwakilan siswa SMU sePangkal Pinang, bahwa mereka yang kurang mampu tetap bisa meneruskan kuliah, dan jangan memikirkan kuliah yang mahal.  “Tidak jamannya lagi orang miskin dilarang kuliah”, katanya (Tempo Interaktif, 22/1/2011). Ini diperkuat dengan Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi yang dilengkapi pasal-pasal yang menampilkan kesan sosial atau undang undang pro rakyat,  yaitu perguruan tinggi tersebut harus menerima minimal 20% mahasiswa dari golongan fakir-miskin, tapi mempunyai otak cemerlang. Misalnya pasal 88:  (1) PTN dan PTN Khusus wajib menerima calon mahasiswa Warga Negara Indonesia yang memiliki potensi akademik tinggi, tetapi kurang mampu secara ekonomi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah seluruh mahasiswa baru. (2) PTN dan PTN Khusus wajib mengalokasikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa warga negara Indonesia yang memiliki potensi akademik tinggi, tetapi kurang mampu secara ekonomi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah seluruh mahasiswa. Namun, apakah betul orang miskin gampang kuliah????

Orang Miskin Tetap Susah Kuliah!!!

Berdasarkan data total mahasiswa di Indonesia yaitu 4.657.483 orang pada tahun 2009, padahal jumlah penduduk Indonesia pada usia kuliah yaitu 19 – 24 tahun mencapai 25.644.690 orang. Dengan demikian hanya 18% usia kuliah yang bisa duduk di pergrguruan tinggi.  Sekarang jumlah total mahasiswa naik, walaupun tidak banyak yaitu 4,8 juta orang. Karenanya APK(angka partisipasi kasar) juga naik menjadi 18,4 persen (www.globalmuslim.web.id).

Untuk meningkatkan angka partisipasi kuliah, maka pemerintah menetapkan PTN dan PTN Khusus  harus menerima minimal 20% mahasiswa dari golongan fakir-miskin, tapi mempunyai otak cemerlang. Disamping itu pemerintah juga mengelontorkan beasiswa. Pada Januari 2010 pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Depdiknas menyalurkan beasiswa  sebanyak 20 ribu  beasiswa kuliah bagi lulusan SMA sederajat, diberikan kepada calon mahasiswa dari keluarga ekonomi kurang mampu, tetapi berprestasi. Mereka bisa memilih kuliah di semua PTN, baik program diploma maupun sarjana. (Tempo Interaktif Rabu, 19 Januari 2011).

Benarkah  kuota  minimal 20% mahasiswa dari golongan fakir-miskin dan beasiswa yang diberikan, mampu menyulap mahasiswa miskin bisa kuliah?.Tentu saja tidak, karena: Pertama, Sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka yang memilih bekerja setelah lulus SMU atau tidak melanjutkan kuliah adalah mereka dari golongan kurang mampu. Karenanya wajar kalau angka partisipasi kuliah sangat rendah yaitu 18,4%, sekalipun negeri ini kaya raya-”gema ripa loh jinawi“. Dengan demikian kuota 20% bagi mahasiswa miskin, sangat jauh dari angka ideal. Kenapa demikian, karena 20% yang dimaksud dalam undang-undang, bukan 20% dari jumlah seluruh mahasiswa di Perguruan Tinggi. Akan tetapi hanyalah 20% dari PTN dan PTN Khusus. Kedua, seandainya 4,8 juta atau 100% mahasiswa mendapat beasiswa, itu saja baru 18,4% dari angka partisipasi kuliah. Artinya  dari jumlah penduduk usia kuliah yaitu 19-24 tahun, hanya 18,4% penduduk Indonesia yang mendapat kesempatan kuliah. Karenanya jika beasiswa hanya diberikan kepada 20ribu mahasiswa miskin berprestasi tiap tahun, ini masih sangat jauh dari layanan pendidikan yang seharusnya  dilakukan Negara untuk seluruh rakyatnya. Ketiga, di negeri ini orang miskin tetap susah kuliah, kalau tidak dikatakan mustahil.  Bagaimana tidak, biaya kuliah mahal. Ada beasiswa bukan untuk mahasiswa yang menyandang predikat miskin saja, tetapi miskin yang berprestasi. Dengan kata lain mereka diberi beasiswa, bukan karena tidak punya biaya kuliah alias miskin saja, akan tetapi karena mereka miskin dan berprestasi. Karena jika memang beasiswa itu diperuntukkan bagi mahasiswa fakir-miskin, tentu tidak melihat apakah dia berprestasi atau tidak, akan tetapi hanya memberi syarat minimal dari sisi kemampuan berfikir,  dia layak kuliyah atau tidak.

Negara Kapitalis tak Bertanggung Jawab pada rakyatnya

Selama negeri ini masih menerapkan sitem kapitalisme dalam kehidupan berbangsa dan  bernegara, maka Negara tidak akan pernah serius melayani kebutuhan rakyatnya termasuk pemenuhan kebutuhan akan pendidikan tinggi yang bermutu dan terjangkau bagi seluruh warga negaranya.  Yang ada sebaliknya, Negara manapun yang mnerapkan system kapitalisme akan menitikberatkan pencarian keuntungan yang sebesar-besarnya sekalipun harus menelantarkan rakyatnya.   Sistem Kapitalisme akan melegalisasikan seluruh aktivitas bernuansa perdagangan yang menghasilkan keuntungan materi yang sebesar-besarnya, tidak terkecuali pendidikan tinggi sarat dengan liberalisasi yang kental kapitalisasi.  Hal ini dilatarbelakangi Indonesia sebagai anggota World Trade Organization (WTO) yang telah meratifikasi Agreement Establising the World Trade Organization dengan ditetapkankannya  Undang-Undang No.7 Tahun 1994 pada tanggal 2 Nopember 1994. Sebagai dampaknya Indonesia harus menjalankan liberalisasi perdagangan, termasuk perdagangan jasa pendidikan. Implementasinya adalah dengan ditetapkannnya Perppu No 66 ini. Selanjutnya akan segera menyusul Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi, yang rencananya disahkan tahun 2012. Pada rancangan tersebut ada pembahasan yang memperkuat  pengelolaan keuangan perguruan tinggi dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yang terdapat pada pasal 84 yaitu  pola  pengelolaan secara mandiri oleh PTN berbadan hukum dan PTN mandiri. Pola pengelolaan mandiri ini berdasarkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum yang khusus untuk Perguruan Tinggi.

Dengan demikian jelaslah di negeri yang menerapkan aturan pendidikan kapitalis dan liberalis, orang miskin susah kuliah.

Kuliah Gratis dan Bermutu dalam Naungan Khilafah Islamiyah

Semua warga Negara bisa kuliah termasuk yang miskin hanya bisa kita dapatkan jika negara menerapkan Syari’ah Islamiyah dalam wadah Khilafah Islamiyah. Dalam buku  Strategi Pendidikan Daulah Khilafah, Syekh Abu Yasin menyebutkan: Pertama. Negara wajib menyelenggarakan pendidikan bagi seluruh warga negara  secara gratis. Mereka diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis. Kedua, Negara menyediakan perpustakaan, Laboratorium dan sarana ilmu pengetahuan lainnya yang representatif, selain gedung-gedung sekolah, kampus-kampus untuk memberi kesempatan bagi mereka yang ingin melanjutkan penelitian dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, seperti fikih, ushul fikih, dan tafsir termasuk bidang pemikiran, kedokteran, teknik, kimia serta penemuan, inovasi dan lain-lain sehingga ditengah-tengah umat lahir sekelompok mujtahid, saintis, tehnokrat yang sampai pada derajat penemu dan inovator.

Pembiayaan Pendidikan Khilafah Islamiyah

Sumber Pembiayaan Pendidikan dalam Islam berasal dari Departemen Keuangan Negara, yaitu Baitul Mal. Dan sumber-sumber keuangan Baitul Mal antara lain: Pertama, Harta milik negara yang berupa tanah, bangunan, sarana umum dan pendapatannya serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kedua, pengelolaan negara atas kepemilikan umum seperti Sumber Daya Alam yang menjadi milik umum; barang tambang: minyak bumi, emas, perak, besi, batu bara dan lain-lain. Ketiga, Anfal, Ghanimah, Fai, Khumus Kharaj, Jizyah dan Usyur. Keempat, Infak, Shodaqoh, Wakaf, zakat dan harta yang tidak ada ahli warisnya. Kelima, Penyitaan harta para koruptor serta harta yang diperoleh oleh pegawai negara dari tindakan curang yang lain. Keenam, Pajak. Ini merupakan pemasukan Negara dan dipungut pada saat Baitul Mal kekurangan dana dan hanya diwajibkan kepada warga negara yang kaya[1].

Negara wajib menyelenggarakan pendidikan berdasarkan apa yang dibutuhkan manusia didalam mengarungi kanca kehidupan bagi setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan dalam dua jenjang pendidikan: Jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah. Negara wajib menyelenggarakan pendidikan bagi seluruh warga negara  secara gratis. Mereka diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis.

Negara menyediakan perpustakaan, Laboratorium dan sarana ilmu pengetahuan lainnya yang representatif, selain gedung-gedung sekolah, kampus-kampus untuk memberi kesempatan bagi mereka yang ingin melanjutikan penelitian dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, seperti fikih, ushul fikih, dan tafsir termasuk bidang pemikiran, kedokteran, teknik, kimia serta penemuan, inovasi dan lain-lani sehingga ditengah-tengah umat lahirsekelompok mujtahid, saintis, tehnokrat yang sampai pada derajat penemu dan inovator[2].

Negara wajib menyediakan pendidikan bebas biaya dan menyediakan fasilitas pendidikan.hal ini berdasarkan apa yang dilakukan Rasulullah dan ijma’ ulama’ yang memberi gaji kepada para pengajar dari Baitul Maal. “Rasulullah telah menentukan tebusan tawanan perang Badar berupa keharusan mengajar    sepuluh kaum muslimin “. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah, dari sadaqoh ad Dimasyqi, dari Wadl-iah bin Atha bahwa:” ada tiga orang guru di Madinah yang mengajar anak-anak dan Khalifah Umar bin Khaththab memberi gaji lima belas dinar(kurang lebih 63.75 gram emas) setiap bulan”[3].

Dari sini membuktikan bahwa masalah pendidikan merupakan tanggung jawab negara. Disamping itu Negaralah yang mempunyai kewajiban memelihara, mengatur dan melindungi urusan rakyat[4]. Sabda Rasulullah Saw: “Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan pengembala dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya” (Muttafaq alaih).

Pembiayaan Pendidikan Gratis/ Bebas Biaya di Indonesia

Sebenarnya Indonesia bisa menyelenggarakan pendidikan  bebas biaya, karena sumber- daya  alam Indonesia yang kaya raya. Dari hasil tambang emas saja rata-rata produksi pertahun 126,60 ton. Jika harga satu gram emas Rp 200.000, maka pendapatan Negara dari emas saja sudah 253,2 trilyun pertahun. Menurut S. Damanhuri dari sektor kelautan saja dihasilkan US$ 82 milyar. Jika 1 US$ = Rp.10.000, maka hasilnya Rp 820 trilyun[5].(lebih banyak dari APBN Indonesia 2010 Rp. 699.7 trilyun dan APBN 2011 Rp 1.229,5 trilyun

COUPLE ITU HARAM BRO!!

July 7, 2011

Berkata Imam Qurthubi: ALLAH SWT memulai  dengan wanita kerana kebanyakan manusia menginginkannya, juga kerana mereka merupakan jerat-jerat syaitan yang menjadi fitnah bagi kaum

lelaki, sebagaimana sabda Rasulullah SAW; Tiadalah aku tinggalkan setelahku selain fitnah yang lebih berbahaya bagi lelaki daripada wanita. (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim,Tirmidzi,Ibnu Majah)

 

1.Menundukkan pandangan:

ALLAH memerintahkan kaum lelaki untuk menundukkan pandangannya, sebagaimana firman-NYA; Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.(an-Nuur: 30)

 

Ali bin Abi Talib radhiAllahu `anhu berkata:

“Seorang perempuan dari Khath`am datang kepada Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam dan meminta fatwa daripada baginda dan berkata:  Sesungguhnya penurunan kewajiban berbuat haji telah diturunkan sedangkan bapaku seorang yang tua dan nyanyuk.  Adakah dikenakan juga ke atasnya dan bolehkah aku menunaikan untuknya.  Baginda bersabda:  Ya, perbuatkanlah untuk bapamu.  Berkata Ali:  Ketika itu Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam memalingkan leher Al-Fadhal.  Ibn `Abbas berkata:  Wahai Rasulullah, mengapa kamu memalingkan muka sepupumu?  Baginda berkata:  Aku melihat seorang lelaki dan seorang wanita.  Mereka berdua tidak aman dari dipengaruhi syaitan (selagi dia terus memandang).”  –  Hadith riwayat Ahmad: 530)

Daripada Abu Hurairah r.a katanya, Nabi S.A.W. bersabda :

 

“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menetapkan nasib anak Adam mengenai zina. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Zina mata ialah memandang. Zina lidah ialah berkata. Zina hati ialah keinginan dan syahwat,sedangkan faraj (kemaluan) hanya menuruti atau tidak menuruti”

 

Hadis kedua; Daripada Abu Hurairah r.a., dari Nabi S.A.W. sabdanya:

 

“Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan, zinanya memukul. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti atau tidak mengikuti.”

 

 

2.Tidak berdua-duaan Di Antara Lelaki Dan Perempuan;

Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya. (Hadis Riwayat Bukhari & Muslim)

 

 

Dari Jabir bin Samurah berkata; Rasulullah SAW bersabda: Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duan dengan seorang wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya. (Hadis Riwayat Ahmad & Tirmidzi dengan sanad yang sahih)

 

Kaedah Fiqh ada menyebutkan : “Al-Wasilatu ila al-haram, muharramah”

(Sesuatu yang membawa kepada yang haram, maka ia juga menjadi haram)

3.Tidak Melunakkan Ucapan (Percakapan):

Seorang wanita dilarang melunakkan ucapannya ketika berbicara selain kepada suaminya. Firman ALLAH SWT;

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (berkata-kata yang menggoda) sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di dalam hatinya tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik. (al-Ahzaab: 32)

Berkata Imam Ibnu Kathir; Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh ALLAH kepada para isteri Rasulullah SAW serta kepada para wanita mukminah lainnya, iaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam pengertian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia berbicara dengan suaminya. (Tafsir Ibnu Kathir 3/350)

 

SETELAH memerhatikan ayat dan hadis tadi, maka tidak diragukan lagi bahawa bercouple itu haram, kerana:

 

1.Orang yang bercouple tidak mungkin menundukkan pandangannya terhadap kekasihnya.

surah Al-Isra’ ayat 32 :

“Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan).”

 

Pandangan > Lintasan hati > Khayalan > Keinginan > Tindakan > Zina kecil > Zina besar

 

couple = menghampiri zina

menghampiri zina = haram

2.Wanita akan bersikap manja dan mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya. Tidak boleh berbicara dengan wanita asing (bukan mahram) dengan pembicaraan yang boleh menimbulkan syahwat, seperti rayuan, atau mendayukan suara (baik melalui telefon atau lainnya).

3.Orang yang bercouple, boleh dipastikan selalu membayangkan orang yang dicintainya.

4.  MEMBAZIRKAN WANG KEPADA PERKARA YANG TIDAK WAJAR

duit pemberian ibubapa yang sepatutnya digunakan untuk pengajian dibazirkan untuk memenuhi kehendak pasangan wanitanya makan dinner, lunch, breakfeast, bershoping, top-up credit… Sesungguhnya pembazir itu sahabat syaitan.

5. MENJATUHKAN MARUAH (PERIBADI) SEORANG WANITA

Apabila pasangan yang bercouple berdating, maka peribadi seorang wanita muslimah akan dipersoalkan. Khalayak tidak akan berbicara tentang si lelaki yang bercouple tersebut, tetapi si perempuan. Masyarakat akan bertanya bagaimana begitu mudah si perempuan tersebut membiarkan dirinya diusung(maaf jika agak keterlaluan) ke sana-sini atau setidak-tidaknya umum akan menganggap bahawa perempuan tersebut telah dimiliki. Kesan buruk yang mungkin dihadapi ialah apabila berlaku perpisahan antara pasangan tersebut. Masyarakat akan mula membuat pelbagai tanggapan negatif terhadap si perempuan tersebut. Prasangka-prasangka negatif akan direka dan dihebahkan. Akhirnya berlakulah tohmahan-tohmohan yang menjatuhkan maruah dan kehormatan seorang wanita. Ingatlah bahawa Islam amat memprihatinkan penjagaan maruah seorang wanita. Di atas dasar itulah adanya hukum Qazaf dan kerana tujuan tersebut jugalah Islam mengharamkan perhubungan yang di luar batasan. Sebabnya adalah kerana Islam memelihara kehormatan seorang wanita.

Keharaman bercouple lebih jelas dari matahari di siang hari. Namun begitu masih ada yang berusaha menolaknya walaupun dengan dalil yang sangat rapuh seperti:

 

1.“Saya mengenali seorang wanita yang menyebabkan saya lebih dekat dengan ALLAH.  Kami selalu berhubung untuk membincangkan hal-hal agama dan meningkatkan kecintaan kepada ALLAH. Dia selalu menggalakkan saya supaya menghafal al-Quran, menunaikan solat malam, menasihati saya supaya lebih dekat dengan ALLAH.”

 

Jawapan:

Ramai pemuda Islam melakukan kesilapan dalam hal ini.  Mereka telah terperangkap dalam mainan syaitan yang sentiasa menggesa ummat Islam melakukan kejahatan. Syaitan sentiasa mengetuk pintu dan menyelewengkan hidayah ALLAH daripada kamu. Ini merupakan salah satu cabang panahan syaitan.  Bermula dengan pandangan mata sehinggalah kepada perkenalan yang kononnya berlandaskan agama, dihiasi dengan nasihat dan perbincangan-perbincangan agama.  Inilah fitnah yang paling besar kerana mengatasnamakan agama untuk berbuat ma’siat!

Kami nasihatkan agar kamu membuat keputusan terhadap perhubungan ini.  Samada mengambilnya sebagai isteri jika dia mempunyai akhlaq dan pegangan agama yang baik.  Atau memutuskan perhubungan ini kerana ia akan membawa keburukan dan kejahatan.

2. “sebelum memasuki alam perkahwinan, perlu untuk mengenal terlebih dahulu calon

pasangan hidupnya, hal itu tidak akan boleh dilakukan tanpa bercouple”

 

Jawapan: tujuan yang baik ini tidak boleh digunakan untuk menghalalkan sesuatu yang telah sedia haramnya.Ditambah lagi, bahawa orang yang sedang jatuh cinta akan berusaha bertanyakan segala yang baik dengan menutupi kekurangannya di hadapan kekasihnya. Juga orang yang sedang jatuh cinta akan menjadi buta dan tuli terhadap perbuatan kekasihnya, sehingga akan melihat semua yang dilakukannya adalah kebaikan tanpa cacat.

 

3. “Kami cuma berdiskusi pelajaran….”

Jawapan : Berdiskusi pelajaran, betul ke? Jangan tipu. Allah tahu apa yang terselit dalam hati hamba-hambanya. Kita belajar nak keberkatan. Kalau cemerlang sekali pun, kalau tak diberkati Allah, kejayaan tidak akan membawa kebahagiaan. Hidup tidak bahagia, akhirat lebihlah lagi. Jangan berselindung disebalik pelajaran yang mulia. Allah suka kepada orang yang berilmu. Jadi belajar hendaklah ikut batas dan ketentuan Allah. Belajar akan jadi ibadat. Adakah berdiskusi macam ini akan ditulis ibadat oleh malaikat? Kenapakah perlu untuk belajar dengan lawan jenis? Tidak adakah lagi pelajar sama jenis yang pandai? Study group ke? nampak macam lain macam saja. Manja, senyum memanjang, tak macam gaya berdiskusi. Takkan study group berdua sahaja? Ke mana-mana pun berdua. Kalau duduk berdua-dua macam ini.. betul ke bincang pelajaran? Jangan-jangan sekejap saja bincang pelajaran, yang lain tu banyak masa dihabiskan dengan fantasi cinta!

 

Cinta secara islam

Cinta secara islam hanya satu iaitu perkahwinan. Cinta berlaku setelah ijab qabul; cinta lepas kahwin. Itulah cinta sakral dan qudus. Cinta yang bermaruah. Bukan cinta murahan. Inilah kemuliaan agama kita, Islam. Apabila Islam melarang cinta antara lelaki dan wanita sebelum kahwin, ia membawa kepada sesuatu sebagai ganti yang lebih baik iaitu perkahwinan . Sabda Rasulullah S.A.W. : “Tidak ada yang lebih patut bagi dua orang yang saling mencintai kecuali nikah.” (Ibni Majah). Cinta adalah maruah manusia. Ia terlalu mulia.

 

TEGURAN BUAT PENDAKWAH BERCOUPLE!

 

Surah Al-Baqarah ayat 216 :

“..dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya.”

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Maka tidakkah kamu berfikir? (Al-Baqarah, ayat 44)

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (Al-Baqarah ayat 42)

 

Sesungguhnya ni’mat di syurga itulah yang lebih baik buatmu..

ALLAH berfirman; Di dalam syurga-syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi

cantik-cantik. (ar-Rahman: 70)

 

“Utamakanlah cinta kepada Allah swt, kerana itu adalah cinta hakiki, cinta yang tak mungkin ditolak.”