Kuliyah Kerja Nikah WHY NOT??

Sering kali banyak orang mengartikan, kuliah untuk mencari kerja yang layak, dan setelah
bekerja barulah layak untuk menikah. Itulah gambaran kesempurnaan seseorang
dalam menjalani hidup di masyarakat. Sehingga menunda menikah karena kita
merasa belum mapan untuk menjalani mahligai rumah tangga. Memang ketiganya
merupakan suatu keteraturan, masuk akal juga. Akan tetapi paradigma orang-orang
yang berpikiran seperti itu, tidak semuanya benar. Tapi tunggu dulu, jika kita
mampu menjalankan ketiganya dalam tempo bersamaan, ada nilai plus yang akan
kita dapatkan, tidak hanya dari manusia akan tetapi dari Alloh SWT. Kesempatan
untuk memperoleh amal sholeh dari ketiganya akan semakin banyak, karena tidak
dijalankan satu-satu akan tetapi secara bersamaan. Sungguh!! Bila kita mampu
memahami makna kuliah, kerja,nikah dengan sebenarnya bukan seperti yang
dipahami kebanyakan orang, tentu kita akan menemukan keasyikan tersendiri saat
menjalaninya. Status kita sebagai seorang mahasiswa/I akan lebih terasa hidup
dan bermakna, bukan hanya sekedar rutinitas belaka Kita akan merasa betapa
indahnya bisa belajar sambil bermesraan dengan pasangan kita ( tanpa menimbulkan
fitnah), betapa indahnya tugas kerja kita dibantu oleh pasangan kita,dan betapa
indahnya ada seseorang disamping kita yang selalu menghibur di sela-sela
penatnya kuliah, betapa indahnya ada tempat curhat yang 100% lebih terjamin
kerahasiaannya yang selalu siap mendengarkan keluh kesah kita.WAH POKOKNYA
SUBHANALLOH SEKALI DECH???Kalau kita beralasan karena materi itu masalahnya
yang menghalangi untuk melaksanakan ketiganya“INGAT REZEKI ALLOH TERBUKA
LEBAR-LEBAR BAGI KITA YANG MAU BERIKHTIAR. Alloh mudah saja membuka lebar
rezeki asal kita mensyukuri atas nikmatNya dan selalu bersabar dan mudah juga
bagi Alloh untuk memsempit rezeki bagi kita yang selalu ingkar atas nikmatNya.
Memang manusia itu cenderung memiliki kekhawatiran akan kesulitan duniawi. Tetapi
bukankah menikah adalah salah satu dari sekian banyak rezeki dari Alloh?

“Barangsiapa
yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rizki dari arah yang
tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh niscaya
Alloh akan mencukupkan ( keperluannya)nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan
urusan ( yang dikehendaki )Nya. Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan
bagi tiap-tiap sesuatu.” ( QS. Ath-Thalaq : 2-3 )

Kuliah
merupakan langkah ikhtiar seseorang untuk membentuk kematangan dalam berpikir
sehingga lebih mampu untuk menjalani kehidupan selanjutnya. Bidang-bidang ilmu
yang ditekuni akan mengantarkannya untuk bisa menjalani kehidupan secara lebih
terprogram. Paling tidak kita punya bekal ilmu dalam bidang kuliah yang kita
ambil untuk mendidik anak-anak kita kelak dalam hidup berrumah tangga.
Sedangkan bekerja adalah langkah ikhtiar seseorang untuk memperoleh rezeki dari
Alloh. Tidak mungkin selamanya kita tergantung hidup pada kedua orang tua atau
orang-orang disekitarnya. Lebih-lebih jika kita sudah menikah, seorang kepala
rumah tangga harus bekerja sebagai suatu kewajiban untuk menghidupi keluarga.

Lain lagi dengan menikah, tidak sedikit orang memahami pernikahan sebagai terminal
akhir mereka yang telah selesai kuliah dan memperoleh pekerjaan yang mapan.
Pemahaman ini harus diluruskan. Bagi seorang muslim, pernikahan dapat
diumpamakan sebagai kendaraan yang harus segera dinaiki dalam rangka
menyempurnakan setengah diennya. Tidak perlu menunggu lulus dan memperoleh
pekerjaan yang mapan dulu untuk bisa menikah, karena dengan demikian dia telah
kehilangan banyak waktunya untuk bisa menyempurnakan setengah diennya. Kepada
mereka, saya hanya bisa katakan, Anda mungkin hanya bisa membuang waktu saja.
Alasan kita misalnya takut untuk melakukan itu semua, belum siaplah, inilah,
itulah??kalau misalkan kita takut dengan sesuatu yang kita takutkan, maka hal
yang kita takutkan itu sewaktu-waktu akan terjadi pada diri kita.Intinya OPTIMIS
Sajalah!! Skenario Alloh sangat begitu indah bagi kita yang berikhtiar dan
percaya pertolongan Alloh pasti ada bagi hambanya yang selalu berniat untuk
kebaikan. So, Seorang muslim sejati adalah mereka yang tidak hanya melangkah
berdasarkan logika akal dan emosi semata tetapi mereka akan menggunakan
keimanan mereka sebagai pijakan setiap langkahnya. Dengan keimanan mereka akan
mampu melihat segala sesuatu sebagai hal yang telah digariskan Alloh. Untuk
itu, mereka akan berikhtiar semaksimal mungkin lalu memasrahkan hasilnya hanya
kepada-Nya. Jadi bagi bagi saya pribadi “Kuliah, Kerja, Nikah”Why Not??

Wallohua’lam bishowab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: