Archive for November, 2010

PANDUAN UNTUK MENGHAFAZ AL QURAN

November 23, 2010

PERSEDIAAN SEBELUM MENGHAFAL :

1. Membersihkan diri dari segala hadas.

2. Memakai wangi-wangian.

3. Bersugi atau memberus gigi.

4. Berwudhuk.

5. Memilih mushaf yang biasa digunakan seharian.

 Pastikan tulisan mudah dibaca.

 Sebaiknya menggunakan mushaf rasm uthmani.

6. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafaz Al Quran.

7. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafaz Al Quran. Waktu yang

dicadangkan:

 Selepas subuh.

 Selepas maghrib.

8. Pilih guru yang ingin anda perdengarkan bacaan dan hafalan anda.

9. Perbetulkan niat untuk menghafal Al Quran.

 

CARA MENGHAFAZ :

1. Tentukan had bilangan ayat atau mukasurat yang hendak dihafal.

2. Bacalah ayat yang hendak dihafal. Pastikan bacaan tersebut betul dari segi

tajwid dan sebutan.

3. Ulang bacaan dengan disemak bacaan tersebut supaya tidak ada kesilapan

setiap kali ianya diulang.

 Bilangan ulangan ayat yang dicadangkan adalah sebanyak 60 / 30 / 10 /

dan lain-lain bersandarkan kepada kemampuan ingatan seseorang.

 Semakin banyak ayat diulang semakin mudah ianya dihafal dan kekal

lebih lama dalam ingatan.

4. Sebaik sahaja selesai ulangan bacaan tersebut dan anda berpuashati dengan

bacaan tersebut, mulakan dengan mengulang ayat yang pertama yang ingin

dihafal sehinggalah berjaya menghafal ayat tersebut.

5. Kemudian berpidahlah ke ayat yang kedua. Ulang langkah yang sebelumnya

sehingga selesai hafalan ayat yang ketiga.

6. Ulang hafalan ayat satu kemudian diiukuti ayat yang kedua.

7. Selepas anda yakin ayat satu dan dua telah dihafal dengan hafalan yang

sempurna mulakan hafalan dengan diulang langkah yang digunakan pada

ayat yang pertama dan ayat yang kedua. Kemudian susuli dengan urutan ayat

satu dua dan tiga dihafal serentak.

8. Ayat yang berikutnya juga dilakukan langkah seperti ayat satu dua dan tiga

sehinggalah sampai ke had yang telah ditetapkan ( cth : 1 ms / 1 ‘ain ).

9. Ulanglah keseluruhan hafalan sehinggalah benar-benar yakin hafalan

tersebut sempurna.

10. Perdengarkan bacaan kepada guru atau kawan yang dipilih.

11. Apabila ingin memulakan hafalan yang baru, ulang terlebih dahulu hafalan

yang lalu, barulah dimulakan hafalan yang baru dengan cara yang sama pada

hafalan yang lalu.

12. Hafallah setiap ayat dan alunkanlah ia dengan penuh tadabbur dan dengan

penuh kesungguhan serta niat untuk memahami dan memelihara kalam

Allah.

 

SELEPAS MENGHAFAL :

1. Berdoa agar dikurniakan keberkatan dalam hafalan. Antara doa yang baik

untuk dibaca :

“ Ya Allah Rahmatilah kami dengan Al Quran, jadikanlah ia pemimpin , cahaya

dan petunjuk dan rahmat bagi kami.

Ya Allah ingatkanlah kami apa yang kami dilupakan , ajarilah kami apa tidak tahu

dan berikanlah kami rezeki membacanya di sebelah malam dan di sebelah siang.

Jadikanlah ianya hujjah bagi kami wahai Tuhan sekalian alam”.

2. Pastikan Al Quran sentiasa dibaca dan diulang selalu. Pastikan setiap hari

ada jadual mengulang dan jadual hafalan yang baru.

3. Berusaha untuk memperbaiki bacaan , memahami makna, hukum dan

hikmah yang terkandung di dalam setiap ayat.

4. Berusaha untuk beramal dengan setiap perintah yang didatangkan dan

berusaha menjauhi setiap larangan yang terkandung di dalam Al Quran.

 

TABIAT MEREKA YANG INGIN MENGHAFAZ AL QURAN

1. Sentiasa di dalam keadaan bersih dan suci.

2. Sentiasa berjaga-jaga daripada termakan makanan atau minuman yang

haram, begitu juga yang syubhat.

3. Rajin bangun di waktu malam untuk berqiyamullail, membaca Al Quran dan

menunaikan solat malam.

4. Mengelakkan daripada melakukan perkara yang sia-sia sama ada dalam

bentuk perbuatan atau percakapan serta menjauhi perkara yang dilarang

oleh Allah sama ada dalam bertuk percakapan atau perbuatan.

5. Menjaga tingkahlaku dan percakapan seharian.

6. Rajin berpuasa sunat.

7. Memastikan niat menghafal Al Quran sentiasa kerana Allah bukan kerana

habuan dunia dan sebagainya.

8. Menjaga hubungan baik dengan Allah dan manusia.

Keutamaan penghafaz Al-Qur’an

November 23, 2010

Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur’an khususnya menghafal.

Fadhail Dunia

1. Hifzhul Qur’an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah

Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an,
“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'” (HR. Bukhari)

Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu,
“Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur’an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya.” (HR. Hakim)

2. Al Qur’an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)

Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur’an. Rasul mendahulukan pemakamannya.

“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)

Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda,
“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)

4. Hifzhul Qur’an merupakan ciri orang yang diberi ilmu

“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS Al-Ankabuut 29:49)

5. Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

6. Menghormati seorang hafizh Al Qur’an berarti mengagungkan Allah

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)

Fadhail Akhirat

1. Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”” (HR. Muslim)

2. Hifzhul Qur’an akan meninggikan derajat manusia di surga

Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur’an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.

3. Para penghafal Al Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan taat

“Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ?alaih)

4. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)

Mereka akan dipanggil, “Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?” Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)

5. Kedua orang tua penghafal Al Qur’an mendapat kemuliaan

Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)

6. Penghafal Al Qur’an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur’an

Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. At-Turmudzi)

7. Penghafal Al Qur’an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Faathir 35:29-30)

Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur’an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa’at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do’anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif.

“Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur’an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur’an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur’an.

RELAKAH DIRIMU MENJADI HIASAN SYAITAN DI DUNIA NYATA & DUNIA MAYA?

November 22, 2010

Adalah hal yang wajar apabila seorang wanita ingin terlihat cantik, asalkan ditujukan untuk suaminya sendiri. Lalu bagaimana apabila ada wanita yang ingin terlihat cantik dengan jilbabnya tapi bukan untuk dilihat suaminya? Atau pasang photo di FB agar semua mata memandangnya?



Duhai wanita muslimah yang merindukan Jannah, wanita macam apakah yang ingin selalu tampil cantik tapi bukan untuk suaminya?

Siapakah yang telah meracunimu sedemikian rupa?

Apakah dirimu rela menjadi hiasan syaitan?

Sungguh menyedihkan, sungguh memprihatinkan. Ingin menitik rasanya air mata ini menyaksikan polah tingkah wanita muslimah yang “berjilbab”, tetapi tidak memahami hikmah dari disyari’atkannya jilbab bagi mereka.

Dengan “sepotong” kain yang hanya menutupi rambutnya, mereka katakan telah berjilbab. Dengan “selembar” kain yang diikat-ikatkan ke lehernya, mereka katakan telah berjilbab. Yang lebih menyedihkan lagi, mereka mengenakan celana jeans ketat agar dikatakan sebagai wanita muslimah yang dinamis. Bahkan berdandan menor agar terlihat cantik sehingga rela menjadi santapan mata para lelaki hidung belang. Allahul Musta’an.

Duhai wanita muslimah, saudariku fillah. Janganlah kau jadikan dirimu sebagai fitnah bagi laki-laki yang beriman, meskipun kau katakan tidak berniat seperti itu. Janganlah kau jadikan dirimu hiasan syaitan. Ketahuilah, bahwa para wanita shalihah yang merindukan Jannah tidak akan pernah rela menjadikan dirinya TONTONAN bagi kaum laki-laki yang bukan mahramnya. Para wanita yang beriman kepada hari akhir, tidak akan TEGA membuat laki-laki yang beriman terfitnah oleh dirinya. Maka janganlah kau jadikan dirimu sebagai SUMBER FITNAH.

Bukankah kehancuran Bani Israil –bangsa yang terlaknat– berawal dari fitnah (godaan) wanita? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُوْنَ. كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوْهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُوْنَ

“Telah terlaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi ‘Isa bin Maryam. Hal itu dikarenakan mereka bermaksiat dan melampaui batas. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. Sangatlah jelek apa yang mereka lakukan.” (Al-Ma`idah: 79-78)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap DUNIA dan WANITA, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil DARI KAUM WANITA.” (HR. Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dari fitnah wanita, dengan sabda beliau:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, syaitan menghiasnya (dalam pandangan pria sehingga terjadilah fitnah).”

(Dishahihkan Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 3109, dan Al-Irwa’ no. 273. Dishahihkan pula oleh Al-Imam Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/36)

Sungguh, fitnah wanita termasuk cobaan terbesar dan paling mengerikan bagi kaum Adam. Karena wanita, dua orang laki-laki berkelahi. Lantaran wanita, dua kubu saling bermusuhan dan saling serang. Oleh sebab wanita, darah begitu murah dan mudah diguyurkan. Karena wanita, seseorang dapat terjatuh ke dalam jurang kemaksiatan. Bahkan, karena wanita, si cerdas yang baik dapat berubah menjadi dungu dan liar.

Jarir bin ‘Athiyyah al-Khathafi bersenandung:

إِنَّ العُيُوْنَ الَّتِيْ فِي طَرْفِهَا حَــوَرٌ قَتَلْنَنَا ثُمَّ لَمْ يُحْيِيْنَ قَتْــلاَناَ

يَصْرَعْنَ ذَا اللُّبِّ حَتَّى لاَ حَرَاكَ لَهُ وَهُنَّ أَضْعَفُ خَلْقِ اللّهِ إِنْـسَاناَ

Sesungguhnya indahnya mata-mata hitam wanita jelita

Telah membunuh kita dan tiada lagi menghidupkannya

Mereka pun taklukkan si cerdas hingga tiada berdaya

Sedang mereka manusia paling lemah dari ciptaan-Nya

http://abusalma.wordpress.com/2008/11/05/fitnah-wanita/

Duhai wanita muslimah, saudariku fillah. Simaklah baik-baik firman Allah Ta’ala berikut ini, semoga Allah Ta’ala menjauhkan dirimu dari perbuatan “ingin terlihat cantik” kepada selain suami:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرّ ُجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah bertabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliah yang awal.” (Al-Ahzab: 33)

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kalian meminta sesuatu keperluan kepada mereka maka mintalah dari balik hijab/ tabir, yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka.” (Al-Ahzab: 53)

Sungguh kusampaikan nasihat ini kepadamu, saudariku fillah, agar dirimu tidak temasuk orang-orang yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala berikut ini:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِ نِينَ

“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.” (Al-Baqarah: 8).

Modal mereka hanyalah makar dan tipu daya semata. Materi yang mereka miliki hanya dusta dan kebohongan belaka. Mereka memiliki otak materialis untuk sekedar memuaskan semua pihak, kaum mukminin dan orang-orang kafir, sehingga bisa aman berada di antara golongan mana pun. Allah Ta’ala berfirman:

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (Al-Baqarah: 9)

Hati mereka sudah dipenuhi oleh penyakit syubhat dan syahwat, sehingga membinasakannya. Tujuan-tujuan buruk telah menguasai keinginan dan niat mereka sehingga merusaknya. Kerusakan mereka telah menghantarkan kepada kebinasaan sehingga para dokter yang ahli pun tidak mampu mengobatinya. Firman Allah Ta’ala:

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Al-Baqarah: 10)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كل بني آدم خطاء. وخير الخطائين التوابون

“Setiap anak Adam itu pasti bersalah (pernah berbuat salah). Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat (kepada Allah).” (Hadits shahih riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan selain keduanya)

Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ

“Mereka yang mendengarkan perkataan, lalu mereka mengikuti dengan sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang menggunakan akal.” (Az Zumar: 18)

وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلا عَظِيمًا

“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).” (An Nisaa’: 27)

Semoga bermanfaat….

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000585232833#!/note.php?note_id=10150336399480175&id=1084713685

Tips Motivasi Diri: Maju atau Mati!

November 22, 2010

Salah satu tips motivasi diri adalah dengan membayangkan diri Anda berada di ujung jurang nan curam dan terjepit di antara dua ular naga yang siap berperang. Di belakang Anda, ada seekor beruang ganas yang kelaparan. Waktu Anda hanya 2 detik.

Mau mati terpanggang api yang disemburkan naga beringas, mati dikoyak-koyak beruang, atau mau terjun sambil berusaha menggapai akar atau pepohonan yang ada di dinding jurang. Berisiko memang. Bisa patah tulang atau gegar otak. Bahkan, langsung mati. Akan tetapi, jika Anda terjun dengan niat berjuang, Anda mati dalam perjuangan. Hebatkan? Coba hanya pasrah. Tetap mati juga, kan?

Bayangan seperti itu akan membuat Anda mengambil risiko apapun untuk tetap hidup. Apapun, namun tetap mengikuti aturan yang berlaku. Setiap kelahiran akan berakhir dengan kematian. Mau diam saja dan menunggu, pasti mati. Bergerak dan melakukan sesuatu untuk kehidupan, akhirnya juga mati. Pilih yang mana? Tidak melakukan apapun atau melakukan apapun untuk kehidupan?

Penyakit Ganas

Bila pilihannya adalah melakukan apapun untuk meraih kehidupan yang baik, ada satu virus ganas yang siap merintangi niat itu. Virus tersebut bernama MALAS. Kemalasan adalah penyakit ganas yang lebih ganas dari virus AIDS atau Ebola.

Serangannya dapat langsung mematikan dan membuat kita menjadi mummy yang tak berdaya. Terikat, terkurung tak berdaya.

Ingat Kematian

Bagaimanakah melepaskan diri dari kemalasan? Ingat mati. Lagi-lagi ingatan kematian akan membuat kita melakukan banyak hal sebagai bekal menuju kematian yang indah.

Kematian yang merupakan teman terdekat tetapi tidak tahu kapan akan berkunjung adalah suatu senjata ampuh yang mendorong kita mengambil risiko paling berbahaya sekalipun. Selain senjata kematian, adakah senjata lainnya? Bukankah terkadang kita merasa putus asa dan mengakhiri hidup rasanya menjadi pilihan pertama?

Pandanglah Orang-orang yang Mengasihi Anda

Inilah senjata kedua yang akan membuat kita tetap maju dan tak ingin berhenti. Kematian pun tak akan menghentikan mimpi kita untuk tetap hidup dan bersama dengan orang-orang yang mengasihi kita. Bila rasa putus asa datang, ingatlah bahwa akan selalu ada orang yang memperhatikan dengan tulus. Entah siapa pun itu.

Apalagi, bila keluarga masih ada. Pandangilah wajah-wajah terkasih itu. Bila tak ingin melakukan sesuatu untuk diri sendiri, lakukan banyak hal untuk orang lain. Dengan membahagiakan orang lain, sesungguhnya memberikan vitamin dan suplemen kebahagiaan pada diri sendiri.

Bagaimana bila orang yang terkasih menyakiti Anda dan tak berterima kasih atas apa yang telah Anda lakukan? Jangan terlalu diambil hati. Suatu saat, dia pasti tahu betapa Anda sangat mencintai dan mengasihinya.

Ketulusan itu akan sangat mudah menyentuh hati. Bukankah apapun yang kita lakukan dari hati akan sampai ke hati juga? Kuncinya tetap ikhlas dan pasrahkan semuanya kepada yang Maha Memberi dan Maha Kasih.

Bangun Mimpi yang Banyak

Inilah senjata ketiga. Rajin-rajinlah bermimpi. Mimpi akan membuat Anda tetap bersemangat dan berjuang terus demi mewujudkan mimpi-mimpi yang telah terukir indah dalam buku mimpi Anda. Bagaiman bila mimpi-mimpi itu belum juga terwujud? Buat mimpi untuk mewujudkan mimpi. Jadi, ini adalah mimpi bermimpi dari mimpi ke mimpi.

Sekali lagi, tips motivasi diri adalah maju atau mati. Lakukan sesuatu untuk lebih berarti sebelum mati. Bunuh kemalasan adalah kecerdasan yang hakiki. Bangun mimpi dari mimpi demi mimpi-mimpi yang terus bercabang menjadi mimpi-mimpi lain.

Izinkan Aku Cuti Dari Dakwah Ini

November 21, 2010

Jalanan ibukota masih saja ramai hingga larut malam ini, dengan kendaraan yang terus berlalu lalang, juga dengan kehidupan manusia-manusia malam yang seakan tidak akan pernah mati.

 

Namun kini hatiku tak seramai jalanan di kota ini. Sunyi. Itulah yang sedang kurasakan. Bergelut dengan aktifitas dakwah yang menyita banyak perhatian, baik tenaga, harta, waktu dan sebagainya, seakan menempa diriku untuk terus belajar menjadi mujahid tangguh.

 

Tapi kini, hatiku sedang dirundung kegalauan. Galau akan saudara-saudaraku dalam barisan dakwah yang katanya amanah, komitmen, bersungguh-sungguh namun seakan semua itu hanyalah teori-teori dalam pertemuan mingguan.

 

Hanya dibahas, ditanya jawabkan untuk kemudian disimpan dalam catatan kecil atau buku agenda yang sudah lusuh hingga pekan depan mempertemukan mereka lagi, tanpa ada amal perbaikan yang lebih baik. Ya… Mungkin itu yang ada dibenakku saat ini tentang su’udzhan-ku terhadap mereka, setelah seribu satu alasan untuk ber-husnudzhan.

 

Kini kutermenung kembali akan hakikat dakwah ini. Sebenarnya apa yang kita cari dari dakwah? Dimanakah yang dinamakan konsep amal jama’i yang sering diceritakan indah? Apakah itu hanya pemanis cerita tentang dakwah belaka? Apakah ini yang disebut ukhuwah?

 

Sering terlontarkannya kata-kata “Afwan akh, ana gak bisa bantu banyak…” atau sms yang berbunyi “Afwan akh, ana gak bisa datang untuk syuro malam ini…” atau kata-kata berawalan “Afwan akh…” lainnya dengan seribu satu alasan yang membuat seorang akh tidak bisa hadir untuk sekedar merencanakan strategi-strategi dakwah kedepannya.

 

Kalau memang seperti itu hakikat dakwah maka cukup sudah, “Izinkan aku untuk cuti dari dakwah ini, mungkin untuk seminggu, sebulan, setahun atau bahkan selamanya. Lebih baik aku konsenstrasi dengan studiku yang kini sedang berantakan, atau dengan impian-impianku yang belum terpenuhi, atau dengan lebih memperhatikan ayah dan ibuku yang sudah semakin tua, toh tanpa aku pun dakwah tetap berjalan, bukan???”

 

Sahabat-sahabatku…

 

Memang dalam dunia dakwah yang sedang kita geluti seperti sekarang ini, tidak jarang kita mengalami konflik atau permasalahan-permasalahan. Dari sekian permasalahan tersebut terkadang ada konflik-konflik yang timbul di kalangan internal aktivis dakwah sendiri.

 

Pernah suatu ketika dalam aktivitas sebuah barisan dakwah, ada seorang ikhwan yang mengutarakan sakit hatinya terhadap saudaranya yang tidak amanah dengan tugas dan tanggungjawab dakwahnya. Di lain waktu di sebuah lembaga dakwah kampus, seorang akhwat “minta cuti” lantaran sakit hatinya terhadap akhwat lain yang sering kali dengan seenaknya berlagak layaknya seorang bos dalam berdakwah.

 

Pernah pula suatu waktu seorang kawan bercerita tentang seorang ikhwan yang terdzalimi oleh saudara-saudaranya sesama aktifis dakwah. Sebuah kisah nyata yang tak pantas untuk terulang namun penuh hikmah untuk diceritakan agar menjadi pelajaran bagi kita.

 

Ceritanya, di akhir masa kuliahnya sebut saja si X (ikhwan yang terdzalimi) hanya mampu menyelesaikan studinya dalam waktu yang terlalu lama, enam tahun. Sedangkan di lain sisi, teman-temannya sesama (yang katanya) aktifis dakwah lulus dalam waktu empat tahun.

 

Singkat cerita, ketika si X ditanya mengapa ia hanya mampu lulus dalam waktu enam tahun sedangkan teman-temannya lulus dalam waktu empat tahun? Apa yang ia jawab? Ia menjawab “Aku lulus dalam waktu enam tahun karena aku harus bolos kuliah untuk mengerjakan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan oleh saudara-saudaraku yang lulus dalam waktu empat tahun.”

 

Subhanallah… di satu sisi kita merasa bangga dengan si X, dengan militansinya yang tinggi beliau rela untuk bolos dan mengulang mata kuliah demi terlaksananya roda dakwah agar terus berputar dengan mengakumulasikan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan teman-temannya. Namun di sisi lain kita pun merasa sedih, sedih dengan kader-kader dakwah (saudara-saudaranya si X) yang dengan berbagai macam alasan duniawi rela meninggalkan tugas-tugas dakwah yang seharusnya mereka kerjakan.

 

Sahabat….

 

Semoga kisah tersebut tidak terulang kembali di masa kita dan masa setelah kita, cukuplah menjadi sebuah pelajaran berharga….

 

Semoga kisah tersebut membuat kita sadar, bahwa setiap aktifitas yang di dalamnya terdapat interaksi antar manusia, termasuk dakwah, kita tiada akan bisa mengelakkan diri dari komunikasi hati…

 

Ya, setiap aktifis dakwah adalah manusia-manusia yang memiliki hati yang tentu saja berbeda-beda. Ada aktifis yang hatinya kuat dengan berbagai macam tingkah laku aktifis lain yang dihadapkan kepadanya. Tapi jangan pula kita lupa bahwa tidak sedikit aktifis-aktifis yang tiada memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tingkah pola aktifis dakwah lain yang kadang memang sarat dengan kekecewaan-kekecewaan yang sering kali berbuah pada timbulnya sakit hati. Dan kesemuanya itu adalah sebuah kewajaran sekaligus realita yang harus kita pahami dan kita terima.

 

Namun apakah engkau tahu wahai sahabat-sahabatku?

 

Tahukah engkau bahwa seringkali kita melupakan hal itu? Seringkali kita memukul rata perlakuan kita kepada sahabat-sahabat kita sesama aktifis dakwah, dengan diri kita sebagai parameternya. Begitu mudahnya kita melontarkan kata-kata “afwan”, “maaf” atau kata-kata manis lainnya atas kelalaian-kelalaian yang kita lakukan, tanpa dibarengi dengan kesadaran bahwa sangat mungkin kelalaian yang kita lakukan itu ternyata menyakiti hati saudara kita.

 

Dan bahkan sebagai pembenaran kita tambahkan alasan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang juga dapat melakukan kekeliruan. Banyak orang bilang bahwa kata-kata “afwan”, “maaf” dan sebagainya akan sangat tak ada artinya dan akan sia-sia jika kita terus-menerus mengulangi kesalahan yang sama.

Wahai sahabat-sahabatku…

 

Memang benar bahwasanya aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, bukan malaikat, sehingga tidak luput dari kelalaian, kesalahan dan lupa. Tapi di saat yang sama sadarkah kita bahwa kita sedang menghadapi sosok yang juga manusia biasa? bukan superman, bukan pula malaikat yang bisa menerima perlakuan seenaknya. Sepertinya adalah sikap yang naif ketika kesadaran bahwa aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, hanya ditempelkan pada diri kita sendiri.

 

Seharusnya kesadaran bahwa aktifis dakwah adalah manusia biasa itu kita tujukan juga pada saudara kita sesama aktivis dakwah, bukan cuma kepada kita sendiri. Dengan begitu kita tidak bisa dengan seenaknya berbuat sesuatu yang dapat mengecewakan, membuat sakit hati, yang bisa jadi merupakan sebuah kezhaliman kepada saudara-saudara kita.

 

Sahabat…

 

Adalah bijaksana bila kita selalu menempatkan diri kita pada diri orang lain dalam melakukan sesuatu, bukan sebaliknya. Sehingga semisal kita terlambat atau tidak bisa datang dalam sebuah aktivitas dakwah atau melakukan kelalaian yang lain, bukan hanya kata “afwan” yang terlontar dan pembenaran bahwa kita manusia biasa yang bisa terlambat atau lalai yang kita tujukan untuk saudara kita.

 

Tapi sebaliknya kita harus dapat merasakan bagaimana seandainya kita yang menunggu keterlambatan itu? Atau bagaimana rasanya berjuang sendirian tanpa ada bantuan dari saudara-saudara kita? Sehingga dikemudian hari kita tidak lagi menyakiti hati bahkan menzhalimi saudara-saudara kita.

 

Sehingga kata-kata “Akhi… Ukhti… Izinkan aku cuti dari dakwah ini” tidak terlontar dari mulut saudara-saudara kita sesama aktifis dakwah.

Pakar ‘Presentation’ : Rahsia Melakukan Sebarang ‘Presentation’ Dengan Cemerlang!

November 20, 2010

Pengenalan

Pakar Presentation ialah salah satu panduan asas dalam melakukan pembentangan untuk apa jua projek anda. Saya pasti ramai menghadapi masalah ketika dalam sesi pembentangan atau presentasi. Presentasi atau pembentangan adalah suatu perkara yang biasa dilakukan ketika masih belajar mahupun ketika sudah berkerja. Tetapi tidak semua orang menyukainya. Kerana apabila menyebut tentang pembentangan, apa yang bermain di fikiran adalah bercakap di depan khalayak ramai. Mungkin 2 orang, mungkin 5,

mungkin juga 10 malah mungkin juga 100 orang. Hampir 70% hingga 90% mempunyai masalah bercakap di khalayak ramai. Perasaan malu, takut dan sebagainya sering berlegar – legar di kotak minda. Saya pasti jika diletakkan pistol dikepala sekali pun masih belum tentu lagi kita akan bercakap di khalayak ramai. Dengan adanya panduan ringkas ini, saya harap sedikit sebanyak dapat membantu anda dan saya sendiri untuk melakukan presentasi atau pembentangan dengan cemerlang walaupun anda bukan seorang yang

pakar.

 

BAHAGIAN 1: Asas Pembentangan

Apakah sebenarnya presentasi atau pun pembentangan? Secara logiknya, maksud pembentangan ialah menyampaikan sesuatu perkara kepada orang lain. Umpama kita menyampaikan berita kepada kawan kita. Yang membezakannya ialah, pembentangan di lakukan secara formal dan disampaikan kepada kumpulan yang lebih besar.

Kumpulan yang lebih besar? Ya, sesuatu perkara tertentu yang disampaikan terus kepada jumlah pendengar yang ramai. Mungkin 5 orang, 50 orang, atau 500 orang. Perkara ini biasanya menjadi satu masalah besar bagi sesetengah orang. Termasuklah saya!

Sebelum ini saya begitu takut untuk bercakap di khalayak ramai. Lidah kelu, jantung berdegup kencang dan rasa seram sejuk seluruh badan. Adakah anda pernah mengalami perkara sedemikian? Seperti yang saya katakan tadi, bercakap di khalayak ramai adalah suatu perkara yang sangat menakutkan. Puncanya ialah kerana kita tidak tahu apa

yang perlu dicakapkan. Kita tidak mengetahui siapa audiens kita dan sebagainya.

 

Pembentangan: Adakah ia MASALAH BESAR anda?

Sekarang tanya pada diri anda, adakah pembentangan satu masalah besar kepada anda. Pernahkah cikgu menyuruh anda melakukan pembentangan sesuatu projek semasa di sekolah? Ketika anda berkerja, adakah bos anda pernah menyuruh anda membentangkan kertas kerja kepada rakan sepejabat anda? Jika anda merasa gugup dan takut ketika mendapat tugasan tersebut, ya, ianya pasti satu masalah besar kepada anda. Walau bagaimanapun,anda tidak perlu bimbang, masalah tersebut boleh diselesaikan asalkan anda tahu cara dan rahsia untuk mengatasinya. Panduan ringkas ini nanti sama sekali pasti akan membantu anda!

 

Kerjaya Sebagai Seorang: Speaker, Trainer & Presenter

Bagi sesetengah orang pula, mereka ini sangat suka bercakap dengan orang ramai. Mereka ini bijak dalam seni pengucapan awam. Ada sesetengahnya menjadikan pengucapan awam sebagai satu kerjaya. Speaker, trainer dan presenter antara kerjaya yang hebat masa kini. Presentasi yang mereka lakukan sangat cemerlang. Kerjaya dalam pengucapan awam juga terbahagi kepada beberapa bidang. Yang penting, setiap daripada mereka mempunyai objektif tertentu dalam presentasi atau pembentangan mereka.

Sesungguhnya kerjaya dalam bidang ini sangat luas dan menjanjikan pendapatan yang sangat lumayan jika bijak mencari kemahuan dan kehendak bakal pelanggan.

 

BAHAGIAN 2: Persediaan Penting

Sebelum Pembentangan Tidak akan wujud masalah sekiranya setiap pembentangan anda dilakukan dengan teratur. Persediaan adalah perkara paling penting sebelum melakukan

sebarang pembentangan. Jika anda mengadakan seminar, pastikan anda telah membuat perancangan yang teliti sebelum melakukan seminar. Jika anda mengadakan bengkel, anda wajib membuat persediaan. Pendek kata apa sahaja bentuk pembentangan, persediaan adalah kunci kepada kejayaan sesebuah pembentangan. Tanpanya anda pasti hilang punca ketika melakukan pembentangan. Mari kita lihat beberapa perkara penting ketika melakukan persediaan pembentangan.

 

Pengenalan 3W

Apakah itu 3W? 3 W adalah why – kenapa, what – apa dan who – siapa. 3W ini adalah kunci kepada persediaan pembentangan anda. Sekarang saya mulakan dengan why – kenapa.

 

Why – Kenapa

Kenapa anda melakukan pembentangan? Maksudnya tujuan atau objektif anda melakukan pembentangan. Kenal pasti dahulu tujuan pembentangan anda. Mengenal pasti kenapa anda melakukan pembentangan adalah penting bagi membantu anda membuat struktur atau perancangan dalam sesi pembentangan nanti.

 

What – Apa

Apakah isi kandungan yang wajib anda ketengahkan di dalam pembentangan anda.

Isi kandungan sesuatu pembentangan juga sangat penting, kerana isi kandungan sesuatu pembentangan adalah faktor utama audiens menghadiri pembentangan anda.

 

Who – Siapa

Siapa audiens anda? Siapa yang bakal mendengar pembentangan anda. Akhir sekali ialah mengenali siapa audiens. Anda mungkin boleh membuat sedikit kajian siapa yang bakal menghadiri pembentangan anda. Latar belakang mereka, apa yang mereka mahukan, tahap pemahaman mereka dan apa yang bakal membuat mereka tertarik mengenai pembentangan yang bakal mereka hadiri.

 

Objektif Pembentangan

Ramai beranggapan, bahawa seorang Speaker, Trainer atau Presenter mempunyai bakal semula jadi. Sebenarnya tidak. Mereka juga orang biasa seperti kita. Apa yang membezakannya hanyalah mereka tahu apa yang mereka lakukan. Menjadi seorang Speaker, Trainer atau Presenter yang bagus bukanlah terjadi dalam sekelip mata. Ada proses pembelajaran perlu dilalui. Asalkan anda tahu objektif pembentangan anda, pembentangan bukan lagi masalah besar. Di bawah ini saya senaraikan beberapa tujuan penting dalam sesi pembentangan:

 

1. Memberitahu

2. Menjual atau Memujuk

3. Menghiburkan

4. Melatih

5. Menyempurnakan Sesuatu Tujuan Tertentu

 

Secara asasnya, objektif pembentangan adalah untuk menyampaikan sesuatu yang audiens inginkan. Ada sesetengah pembentangan, terutamanya pembentangan di sekolah atau di tempat kerja. Kebiasaannya bertujuan hanya untuk memberitahu. Hanya untuk menyampaikan sesuatu perkara. Manakala di dalam seminar atau pembentangan sesebuah syarikat Multi Level Marketing (MLM) lazimnya, tujuan mereka adalah untuk memujuk dan menjual produk atau perkhidmatan mereka.

 

Manakala pengacara atau presenter, tujuan mereka biasanya untuk menghiburkan audiens yang hadir. Bagi seorang trainer pula, tujuan utama pembentangan mereka adalah untuk

mengajar dan melatih audiens yang hadir. Akhir sekali, sesetengahnya pula melakukan pembentangan untuk menyempurnakan sesuatu tujuan tertentu seperti ahli politik yang berucap ketika berlaku kempen pilihanraya. Secara keseluruhannya, tujuan pembentangan adalah untuk menyampaikan sesuatu perkara, samada sekadar memberi informasi, menjual, menghiburkan atau pun untuk melatih audiens.

 

Isi Kandungan Pembentangan

Pembentangan perlukan isi kandungan. Sebaiknya perancangan yang teliti perlu dilakukan bagi menentukan isi kandungan yang tepat dalam setiap pembentangan.

Cuma kadangkala, anda akan terfikir cukupkah masa yang diberikan kerana terlalu banyak perkara yang ingin anda sampaikan. Kadangkala pula berlaku, anda tidak tahu apakah kandungan yang patut diselitkan dalam pembentangan anda. Ada juga bimbang, kandungan pembentangan yang ringkas menyebabkan terdapat banyak masa berlebihan dalam pembentangan mereka. Di bawah ini saya saya tunjukkan satu struktur pembentangan yang berkesan;

 

1. Wajib tahu

2. Perlu tahu

3. Menarik jika tahu

Terdapat 3 bahagian dalam menentukan isi kandungan yang sesuai dalam pembentangan anda. Pertama ialah wajib tahu! Bila menyebut tentang perkara wajib, maknanya sesuatu yang paling penting. Jadi anda senaraikan dahulu perkara peling penting yang ingin anda

sampaikan dalam sesi pembentangan tersebut. Isi kandungan yang kedua pula ialah perlu tahu. Informasi yang diberikan kurang penting, tetapi audiens perlu tahu mengenainya.

Yang ketiga atau yang terakhir pula ialah perkara atau kandungan yang menarik sekiranya audiens dapat tahu. Maknanya ia tidaklah begitu penting. Anda bebas samada ingin beritahu ataupun tidak.

 

Berdasarkan 3 perkara tadi, saya sarankan anda merangka sesi pembentangan anda dengan;

1. Merangka masa pembentangan, pastikan berapa jam yang diperuntukkan. Contohnya seminar untuk sehari, spesifikkan tempoh pembentangan, tempoh rehat dan sebagainya. Dengan cara ini barulah anda dapat merangka isi kandungan untuk pembentangan anda.

2. Bertanya kepada yang lebih berpengalaman. Mereka yang berpengalaman adalah sumber terbaik untuk anda membuat rujukan bagaimana melakukan pembentangan anda sendiri.

3. Berbincang dengan kumpulan. Jika anda melakukannya dengan kumpulan, sebaiknya berbincang apa yang terbaik untuk pembentangan anda.

4. Gunakan mindmap bagi mendapatkan idea terbaik tentang isi kandungan pembentangan anda.

 

Kesimpulannya, pastikan setiap isi kandungan pembentangan anda adalah isi kandungan yang audiens mahu dan nantikan daripada anda. Sehingga mereka akan berkata, “ Ya itulah informasi yang saya cari selama ini!”

 

Struktur Pembentangan

Berikut adalah struktur pembentangan yang biasa dilakukan. Jika anda mengadakan seminar, bengkel ataupun pembentangan di sekolah, IPT atau di tempat kerja, inilah struktur yang perlu anda ikut dalam setiap pembentangan.

1. Beritahu audiens apa yang anda mahu beritahu

2. Sampaikan kepada audiens tentang perkara itu

3. Beritahu audiens apa yang anda telah beritahu

 

Di bawah ini saya sediakan contoh mengikut struktur yang diberikan di atas:

 

Pembukaan

Pastikan pembukaan yang sesuai untuk setiap pembentangan.

Nyatakan objektif pembentangan.

Teruskan dengan huraian terhadap objektif pembentangan.

 

Isi Penting

Sampaikan perkara pertama atau isi pertama anda.

Sertakan dengan huraian serta contoh kepada isi pertama anda.

Sampaikan perkara kedua atau isi kedua anda.

Sertakan dengan huraian serta contoh kepada isi kedua anda.

Sampaikan perkara kedua atau isi ketiga anda.

Sertakan dengan huraian serta contoh kepada isi ketiga anda.

Begitulah seterusnya untuk setiap isi kandungan pembentangan anda.

 

Penutup

Gunakan ‘Closing Technique’

Kesimpulan atau rumusan

 

Baiklah, itu adalah serba sedikit contoh pembentangan yang perlu dilakukan berdasarkan struktur yang diberi.

 

Walau bagaimanapun terpulang kepada anda sendiri bagaimana menjadikan pembentangan anda lebih kreatif. Saya ambil contoh sekiranya anda menganjurkan satu seminar. Seminar kanak – kanak untuk UPSR. Anda mungkin boleh menyelitkan sedikit latihan, perbincangan dalam kumpulan ataupun menggembirakan audiens dengan permainan yang berbentuk pembelajaran. Selagi ianya masih berhubung kait dengan kandungan pembentangan anda, tidak salah untuk anda melakukannya.

 

Mengatasi Ketakutan & Kebimbangan

Seperti yang saya nyatakan di awal tadi terdapat ramai orang yang takut untuk berucap atau menyampaikan sesuatu presentasi atau pembentangan di depan orang ramai.

Walau bagaimanapun terdapat beberapa cara untuk mengelakkan diri anda merasa takut dan bimbang sebelum melakukan pembentangan. Berikut adalah beberapa teknik atau tips yang agak berkesan;

1. Ketahui objektif anda melakukan pembentangan. Pastikan anda tahu secara teliti apa yang ingin anda sampaikan.

2. Ketahui tempat anda melakukan pembentangan dan alatan yang digunakan. Pastikan anda datang awal untuk membuat pemeriksaan akhir alatan yang ingin digunakan sebelum pembentangan.

3. Ketahui audiens anda. Pastikan anda telah membuat sedikit kajian mengenai audiens anda. Seperti yang saya nyatakan sebelum ini,kaji latar belakang mereka, tahap pemahaman mereka dan sebagainya.

4. Ambil masa untuk berehat. Tarik nafas dalam – dalam dan buat sedikit senaman ringan jika anda gugup sebelum memulakan pembentangan.

5. Datang awal dan berbuallah bersama audiens yang hadir.

6. Senyum kepada semua audiens, ini bagi mengeratkan lagi hubungan antara anda dengan audiens.

 

Sebenarnya terdapat banyak lagi tips untuk mengatasi rasa takut dan bimbang. Cuma yang penting, anda perlu tahu apa tugas anda, objektif anda dan apa yang ingin anda sampaikan semasa sesi pembentangan. Selain itu, anggap sahaja audiens sememangnya mahukan informasi tertentu daripada anda, sudah menjadi tanggung jawab anda untuk memenuhinya.

Bagi golongan Islam, selawat dan memulakan pembentangan dengan bacaan doa adalah jalan terbaik jika anda seorang yang gemuruh.

 

BAHAGIAN 3: Pembentangan Berkesan

Saya pasti setiap orang inginkan kesempurnaan di dalam pembentangan. Kesempurnaan memang boleh dilakukan cuma perlukan masa. Walau bagaimanapun, anda sebenarnya tidak perlukan pembentangan yang sempurna.

Apa yang paling penting ialah, bagaimana melakukan pembentangan yang berkesan?

Apa yang saya perhatikan, ketika sesi pembentangan, bahagian pembukaan adalah perkara yang paling penting. Ia umpama pemecah kebuntuan atau pemecah halangan di antara penyampai dengan audiens. Sekarang mari kita lihat, pembukaan yang bagaimanakah yang agak berkesan untuk audiens.

 

Saya pasti anda pernah mendengar;

“ Hi, Selamat Datang Tuan – Tuan & Puan – Puan”

Ini adalah cara pembukaan yang biasa kita dengar. Apa kata kita cuba sesuatu yang berbeza kali ini. Mungkin dengan;

1. Memulakan sesuatu cerita atau kisah lucu, mungkin mengenai diri anda ataupun orang yang anda kenali.

2. Bertanyakah sesuatu kepada audiens anda.

3. Mungkin juga boleh mulakan dengan melihat video tertentu. Asalkan anda mulakan dengan sesuatu yang menarik, saya pasti sedikit sebanyak audiens akan mula rasa terhibur.

 

Kuasa 3V

Semasa melakukan pembentangan, 3V memainkan peranan yang sangat penting dalam menentukan halatuju atau keberkesanan sesebuah pembentangan.

Apakah 3V tersebut?

1. Visual

2. Verbal

3. Vocal

 

Kuasa Visual

Visual membawa maksud sesuatu yang boleh di lihat semasa sesi pembentangan. Apa sahaja yang boleh dilihat akan membawa impak kepada audiens.

Contohnya, daripada baju yang anda pakai sehinggalah flip chart yang anda gunakan semasa sesi pembentangan. Semuanya memainkan peranan penting dalam pembentangan.

Antara perkara yang berkaitan dengan visual yang patut anda titik beratkan;

1. Penampilan diri. Cara anda berpakaian.

2. Cara anda bercakap, senyum dan sebagainya.

3. Alat bantuan yang anda gunakan termasuklah, power point presentation, flip chart dan lain – lain.

4. Penggunaan gambar.

5. Nota atau apa sahaja yang diberikan kepada audiens.

 

Setiap visual ini akan mempengaruhi 43% tindakan audiens. Jadi pastikan setiap

visual di dalam sesi pembentangan tidak akan mengganggu gugat pembentangan anda.

 

Kuasa Verbal

Verbal pula ialah penggunaan ayat di dalam sesi pembentangan. Anda harus berhati – hati dengan setiap perkataan yang keluar daripada mulut anda. Walau bagaimanapun anda tidak perlu bimbang sangat, kerana 7% sahaja bahagian verbal ini yang akan mempengaruhi tindakan audiens. Tetapi pastikan anda tahu untuk bercakap. Jika berhenti separuh jalan kerana gugup dan sebagainya, anda memusnahkan sesi pembentangan tersebut.

 

Kuasa Vocal

Vocal pula adalah intonasi yang kita gunakan semasa melakukan pembentangan. Kekuatan dan kekemasan vocal akan mempengaruhi 38% tindakan audiens. Disebabkan itulah, setiap pembentangan yang dilakukan mestilah keratif dalam seni pengucapan awam. Anda tidak boleh bercakap terlalu mendatar! Setiap tutur kata mesti ada intonasi yang betul dan tepat. Anda mesti tahu bahagian mana perlu gunakan suara yang lantang dan bahagian mana suara yang agak perlahan.

Gunakan intonasi dengan betul, saya yakin audiens tidak akan bosan dengan

pembentangan anda!

 

Kuasa FAQ

Saya pasti anda tahu apa itu FAQ. Ia adalah sesi terakhir dalam setiap pembentangan. Audiens akan diberi peluang untuk bertanya mengenai topik yang dibentangkan. Di dalam sesi ini, kehebatan dan kebijaksanaan anda akan teruji.

Pastikan anda tahu menjawab segala pertanyaan daripada audiens. Disebabkan itulah persediaan sebelum pembentangan sangat – sangat dititik beratkan.

Berikut saya senaraikan beberapa tips penting dalam sesi FAQ.

1. Berterima kasih kepada yang bertanya.

2. Tanya nama orang yang bertanya.

3. Pastikan anda faham soalan yang ditanya. Jika tidak faham, minta ulangi soalan tersebut.

4. Puji pada yang bertanya.

5. Ulang soalan tersebut, jika audiens yang lain kurang dengar.

6. Jawab soalan yang ditanya, jika boleh huraikan dengan lebih lanjut dan berikan contoh.

 

Sekarang anda tahu bagaimana menjadikan sesi FAQ adalah sesi yang menarik dalam pembentangan anda.

 

BAHAGIAN 4: Penutup Pembentangan

Ini adalah bahagian terakhir dalam sesi pembentangan. Jika anda memulakan pembentangan dengan pembukaan yang menarik, pastikan anda lakukan penutup lebih baik lagi. Bahagian penutup kebiasaannya akan menggunakan semula objektif

pembentangan tersebut. Jika pembentangan anda bersifat untuk menjual, penutuplah penentu samada anda berjaya atau tidak di dalam sesi pembentangan tersebut.

 

Rumusan & Kesimpulan

Setiap pembentangan perlukan kesimpulan. Ini penting kerana tujuannya untuk

mengingati semula apa yang telah dibentangkan sepanjang sesi pembentangan tersebut. Biasanya rumusan adalah dalam bentuk point. Mulakan dengan isi kandungan pembentangan, huraikan dan buat sedikit kesimpulan. Sebaiknya sertakan contoh semasa membuat kesimpulan tersebut. Berikut adalah perkara – perkara yang biasa dilakukan ketika sesi terakhir iaitu penutup pembentangan.

 

1. Membuat kesimpulan semua isi penting yang dibincangkan.

2. Tamatkan sesi pembentangan dengan kata – kata motivasi.

3. Kaji semula objektif pembentangan anda.

4. Ucapkan terima kasih kerana sudi hadir sesi pembentangan anda.

5. Puji audiens yang hadir.

 

Penutup

Tahniah! kini anda dilengkapi dengan panduan asas dalam sesi pembentangan. Samada anda seorang pekerja, pelajar, trainer, speaker ataupun presenter, gunakanlah ilmu ini sebagai panduan untuk melakukan pembentangan dengan lebih berkesan. Kunci kepada kejayaan pembentangan adalah latihan. Lebih banyak

pembentangan yang anda lakukan, semakin mahirlah anda dengan seni pembentangan. Semuanya perlukan latihan dan masa. Jadi, tidak perlulah anda teragak – agak lagi untuk melakukan sesi pembentangan. Tetapkan pada minda anda, bahawa anda mampu menyampaikan sesi pembentangan yang lebih baik dari masa ke semasa.

link pasal Cari Jodoh

November 19, 2010

http://jamil.niriah.com/2008/06/04/resep-jitu-mencari-jodoh/

http://feryco.com/mengapa-kita-lambat-lertemu-jodoh

http://al-mustadafin.blogspot.com/2009/02/mencari-jodoh-mengikut-lunas-islam.html

http://www.fauzanahmad.co.cc/2010/07/cara-mencari-jodoh-dalam-islam.html

http://saifulislam.com/?p=4858

http://zai6973.blogspot.com/2009/10/panduan-mencari-jodoh.html

http://muwahiid.wordpress.com/2008/04/24/proses-mencari-jodoh-dalam-islam/

http://sav3-prabandari.blog.friendster.com/2007/06/jodoh-dalam-pandangan-islam/

link pasal kahwin

November 18, 2010

http://ustaz.blogspot.com/2006/12/tidak-mudah-bergelar-menantu.html

http://syayassir.wordpress.com/2009/06/05/kahwin-muda-belajar/

http://www.eramuslim.com/hikmah/jendela/kawin-muda.htm

http://www.muslimdiary.com/articles.php?article_id=479

http://www.bharian.com.my/bharian/articles/Godaan_lewatkahwinpuncamaksiat/Article/index

http://www.hafizmohd.com/kahwin-muda-antara-kebaikan-dan-keburukan/

http://alfutuwwah.blogspot.com/2009/06/kahwin-awal.html

http://www.rakanmasjid.com/artikel/25-lain-lain/188-administrator.html

http://ssamirah.multiply.com/journal/item/29

http://misymisk.blogspot.com/2010/10/167-contoh-surat-untuk-mintak-izin.html

http://muawiyah90.blogspot.com/2010/03/pendapat-tentang-nikah-awal-time.html

http://maskarina.blogsome.com/2007/08/11/nikah-mudanikah-diniseru/

http://meenkadir.wordpress.com/bait-muslim/kenapa-bagus-kahwin-awal/

http://herdinur.multiply.com/reviews/item/2

Saatnya Menikah

November 17, 2010

“Saatnya Untuk Menikah”

Sebuah buku berjudul “Saatnya untuk Menikah” karya Mohammad Fauzil Adhim yang telah lama saya pinjam sebenarnya yang dipinjamkan dari seorang teman baru saja selesai saya baca.
Sebuah tulisan yang jelas-jelas memaparkan alasan-alasan mengapa anda harus menikah.
Saya mungkin bukan seseorang yang dapat bercerita dengan baik apa yang telah saya dapatkan. Tapi pada kesempatan kali ini saya hanya akan mengutip beberapa untai kata dan kisah yang terdapat didalamnya.
“Smoga apa yang ada dapat membuat jiwa kita menjadi sadar kapan saatnya kita menikah???”

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-nuur : 32)
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin, hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya…” (an-nuur : 33)

Bermula dari sebuah kisah tentang wanita mulia yang menawarkan dirinya kepada Rasulullah saw.
Yang menawarkan dirinya kepada Nabi.
Dari Sahal bin As’ad as-Sa’idi, ia menceritakan bahwa telah datang seorang wanita kepada Rasulullah saw. seraya berkata, “Wahai Rasulullah, aku datang untuk memberikan diriku kepada engkau.” Maka beliau pun melihatnya dengan menaikkan dan menepatkan pandangan kepadanya. Kemudian beliau menundukkan pandangan.
Ketika melihat bahwa beliau tidak memberikan keputusan, wanita itu pun tertunduk.
Selanjutnya, salah seorang sahabat berdiri seraya berucap, “Wahai Rasulullah, jika engkau tidak tertarik kepadanya, maka nikahkanlah aku dengannya.”
Beliau bertanya, “Apakah engkau mempunyai sesuatu?”
Sahabat itu pun menjawab, “Wahai Rasulullah, demi Allah aku tidak memiliki apa-apa.”
Selanjutnya beliau berkata kepadanya, “Pergilah kepada keluargamu dan lihatlah, apakah mendapatkan sesuatu di sana?”
Sahabat itu pun pergi dan kembali seraya berkata, “Demi Allah, aku tidak mendapatkan apa-apa disana”
Beliau masih memerintahkan kepadanya, “Carilah, meskipun hanya sebuah cincin dari besi!”
Kemudian ia pun pergi dan kembali seraya berkata, “Ya Rasulullah, demi Allah aku tidak mendapatkan apa-apa meskipun hanya sebentuk cincin dari besi. Akan tetapi, aku mempunyai kain ini (Sahal mengatakan bahwa sahabat itu mempunyai selendang) untuk diberikan setengahnya kepada wanita itu.”
Beliau pun bertanya, “Apa yang akan kauperbuat dengan kainmu itu? Karena, jika kamu memakainya maka wanita itu tidak akan mendapatkan apa-apa dan jika ia memakainya maka kamu tidak akan mendapatkannya.”
Ia lalu duduk. Setelah beberapa saat, ia berdiri dan Rasulullah saw. melihatnya melangkahkan kaki untuk pergi. Kemudian beliau menyuruh seseorang untuk memanggilnya. Ketika ia datang, beliau bertanya, “Surah apa yang engkau hafal dari Al-Qur’an?”
Ia pun menjawab. “Aku hafal surah ini dan itu”
Lalu ia pun membacakannya.
Beliau bertanya, “Apakah engkau bisa membacakan surah itu di hadapan wanita yang hendak engkau lamar dengan hafalanmu itu?”
Ia pun menjawab, “Bisa.”
Akhirnya beliau bersabda, “Pergilah, karena sesungguhnya aku telah menjadikan wanita itu sebagai milikmu dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang ada padamu.” (HR Muttafaqun ‘alaih)
“subhanallah, bahkan kemiskinan pun bukanlah penghalang atas sebuah ikatan yang suci.”

Beberapa untai kata dan kutipan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari buku tersebut :

“Hai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mencapai ba’ah, kawinlah, karena sesungguhnya perkawinan itu lebih mampu menahan pandangan mata dan lebih menjaga kemaluan.”

Jika anda sudah merasa gelisah jika pada malam-malam yang sepi mencekam tidak ada teman yang mendampingi, inilah saatnya bagi Anda untuk menikah. Jika Anda sudah mulai tidak tenang saat sendirian, itulah saatnya Anda perlu hidup berdua. Jika Anda sudah begitu resah saat melihat akhwat di perjalanan, itulah saatnya Anda menguatkan hati untuk datang meminang. Hanya dua kalimat saja yang perlu Anda persiapkan untuk meminang :
Alhamdulillah bila diterima dan Allahu Akbar bila ditolak.

Betapa banyak yang mendambakan istri seperti Khadijah, tetapi tidak mau menikah dengan orang yang usianya sedikit saja diatasnya. Betapa banyak yang merindukan kemesraan seperti Rasulullah saw. dengan Aisyah yang sampai-sampai berlomba lari atau saling minum dari satu gelas yang sama, tetapi melupakan bahwa Nabi adakalanya harus mengganjal perutnya dengan batu karena dua hari tidak menemukan makanan.

“Cara untuk belajar menjadi istri yang terbaik, hanyalah melalui suami. Cara untuk menjadi suami terbaik, hanyalah melalui istri. Tidak bisa melalui pacaran. Pacaran hanya mengajarkan menjadi pacar terbaik, bukan suami atau istri terbaik.” (Ustadz Didik Purwodarsono).

“Tidak seorang pun makan makanan yang lebih baik daripada yang dihasilkan oleh kerja tangannya (sendiri).” (HR. Bukhari).

Bagi pemuda yang telah menetapkan niatnya dengan sungguh-sungguh untuk berikhtiar, tetapi tetap belum sanggup memperoleh ma’isyah meskipun telah mengerahkan seluruh kemampuannya, hendaklah ia bersabar sampai Allah memberikan kemampuan baginya.

“Taatlah kepada Allah dalam apa yang diperintahkan kepadamu, yaitu perkawinan, maka Allah akan melestarikan janji-Nya kepadamu, yaitu kekayaan. Allah telah berfirman, ‘jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.’” (dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dari ad-Dur al-Mantsur)

“Allahumma aghnini bi halaalika ‘an haraamika waghnini bifadhlika ‘amman siwaaka”
(Ya Allah sesembahanku, cukupilah aku dengan penghasilan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupilah aku dengan keutamaan karunia-Mu sehingga aku tidak mengharap selain dari Engkau”

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (an-nuur:26).

Terkadang salah seorang di antara kita terlalu meninggikan kriteria. Ia menyempitkan hal yang telah diluaskan Allah, menyulitkan hal yang telah dimudahkan Allah, membatasi hal yang telah dilapangkan Allah sehingga ia menemui kesulitan. Sebagian kemudian berputus asa setelah lama tidak mendapatkan yang sesuai dengan kriterianya, sementara usia telah menua dan panggilan jiwa untuk segera menimang-nimang putra tercinta telah demikian mendesak. Akhirnya, justru ia merelakan diri untuk menikah dengan laki-laki yang tidak lebih baik dibanding peminang-peminang sebelumnya.

Nabi berkata, “Orang itu dan kawan-kawannya membaca Al-Qur’an hanya sampai tenggorokan. Mereka telah keluar dari agama bagai anak panah melesat dari busurnya. Bunuhlah mereka! Karena mereka adalah seburuk-buruk makhluk di muka bumi.” (HR Muslim)
Hadist ini berkenaan dengan pembahasan tentang jodoh. Yang tampak baik di mata kita, boleh jadi sangat buruk di hadapan Allah. Kita mengiranya baik karena kita tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang seseorang, sementara sesungguhnya orang itu tidak lebih baik nilainya dibanding seekor keledai dungu. Atau, kita melihat seseorang banyak melakukan ibadah-ibadah mahdhah seperti shalat dan puasa, termasuk ibadah-ibadah shalat sunnah yang banyak sekali macamnya. Kita mungkin akan segera menarik kesimpulan bahwa ia adalah orang yang sangat baik, padahal boleh jadi ia termasuk ahli neraka karena buruknya akhlak kepada tetangga dan kekejamannya pada binatang piaraan sehingga binatang piaraannya mati kelaparan.

Penilaian kita terhadap sesama adakalanya bertolak belakang dengan nilai orang tesebut di hadapan Allah. Yang kita lihat secara zahir baik, sampai-sampai karena demikian baiknya, di hadapan Allah bisa tidak bernilai. Sebaliknya, orang yang dalam pandangan kita rendah, boleh jadi sesungguhnya ia termasuk orang yang sangat mulia. Boleh jadi orang yang kita pandang tidak berharga justru orang yang oleh Nabi digambarkan sebagai “lebih baik daripada sepenuh bumi laki-laki seperti ini”.

Seorang yang beriman ada kalanya menerima ujian dari Allah dengan kesulitan-kesuliatan dalam mendapatkan istri yang rela mendampinginya. Berkali-kali mempunyai maksud untuk menikah dengan seorang muslimah yang ia telah mantap kepadanya, tetapi selalu berbuah penolakan. Sebagian diantara mereka bersabar, lalu Allah mengirimkan kepadanya pendamping yang lebih baik dariada yang diharap-harapkannya.sebagian dari mereka kecewa dan berputus asa, lalu hari-hari berikutnya semakin kelam dan tidak ada harapan.

“jika salah seorang diantara kamu meminang seorang wanita, apabila ia mampu melihat apa yang membuatnya tertarik untuk menikahinya, maka lakukanlah”

“janganlah salah seorang di antara kamu akan melamar seorang wanita, sedangkan dia memakai semir (rambut) dengan warna hitam, maka hendaklah dia memberitahukan kepada wanita tersebut bahwa dia memakai semir rambut.” (HR Dailami dalam Musnad Firdaus)

Kapankah jodoh ‘kan segera datang ?
Ada saat-saat ketika resah tak menemukan jawabnya. Ada saat-saat gelisah tak menemukan muaranya kecuali dengan menikah. Di saat kesendirian tak sanggup kita tanggungkan, sementara peristiwa suci itu tak datang-datang juga, ada yang perlu kita renungkan dengan hati yang jernih; “kesendirian yang panjang itu, apakah sebabnya sehingga tak kunjung berakhir?”

Obatnya menghadapi ujian adalah sabar. Sabar dalam menanti takdir. Sabar dalam berusaha. Sabar dalam berjuang. Sabar dalam berdo’a. Dan sabar dalam memegang kebenaran.

Jika Anda mendapati lelaki yang memiliki banyak keutamaan kecuali dalam hal keberaniannya untuk menikah, boleh jadi yang Anda perlukan adalah sedikit keberanian untk berlapang dada menawarkan diri. Ini bukanlah perkara yang tercela. Justri sebaliknya : sangat mulia.

“apabila datang kepadamu seorang laki-laki (untuk meminang) yang engkau ridha terhadap agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).

“tidak ada yang bisa dilihat (lebih indah) oleh orang-orang yang saling mencintai seperti halnya pernikahan,” begitulah Rasulullah saw. bersabda sebagaimana disebutkan oleh Thawus dari Ibnu Abbas r.a.. Al-Hakim kemudian meriwayatkan dan menyatakannya sebagai hadits sahih sesuai dengan syarat-syarat Muslim.

Banyak diantara kita yang meluap-luap semangatnya untuk menikah, tetapi lupa menyiapkan bekal yang harus dibawanya setelah menikah. Demikian pula sebaliknya, banyak yang hampir tidak kuat menahan gejolak rindu yang mencekam, tetapi tidak berani melangkahkan kakinya untuk meminang.

Sebuah pernikahan akan lebih mampu menundukkan pandangan mata dan lebih menjaga kemaluan apabila di dalamnya ditemukan cinta dan kebersamaan. Di sana ada keindahan yang dapat direngkuh bersama-sama, dan pintunya adalah wajah. “maka, laki-laki yang hendak melamar wanita,” kata Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, “disyariatkan untuk melihat wajahnya. Sebab, jika dia sudah melihat kecantikan dan keindahannya, tentu lebih bisa membuahkan cinta dan kebersamaan di antara keduanya”.
Smoga kutipan-kutipan di atas dapat menambah pengetahuan sekaligus menjawab keingintahuan pembaca.
Sudahkah anda menemukan saat yang tepat untuk menikah??
Ataukah anda merasa sekarang adalah saatnya??
Doa saya, semoga anda menikah dengan Jodoh yang Allah ciptakan untuk anda.
Jangan lupa kirimkan undangan kepada saya

Kuliyah Kerja Nikah WHY NOT??

November 16, 2010

Sering kali banyak orang mengartikan, kuliah untuk mencari kerja yang layak, dan setelah
bekerja barulah layak untuk menikah. Itulah gambaran kesempurnaan seseorang
dalam menjalani hidup di masyarakat. Sehingga menunda menikah karena kita
merasa belum mapan untuk menjalani mahligai rumah tangga. Memang ketiganya
merupakan suatu keteraturan, masuk akal juga. Akan tetapi paradigma orang-orang
yang berpikiran seperti itu, tidak semuanya benar. Tapi tunggu dulu, jika kita
mampu menjalankan ketiganya dalam tempo bersamaan, ada nilai plus yang akan
kita dapatkan, tidak hanya dari manusia akan tetapi dari Alloh SWT. Kesempatan
untuk memperoleh amal sholeh dari ketiganya akan semakin banyak, karena tidak
dijalankan satu-satu akan tetapi secara bersamaan. Sungguh!! Bila kita mampu
memahami makna kuliah, kerja,nikah dengan sebenarnya bukan seperti yang
dipahami kebanyakan orang, tentu kita akan menemukan keasyikan tersendiri saat
menjalaninya. Status kita sebagai seorang mahasiswa/I akan lebih terasa hidup
dan bermakna, bukan hanya sekedar rutinitas belaka Kita akan merasa betapa
indahnya bisa belajar sambil bermesraan dengan pasangan kita ( tanpa menimbulkan
fitnah), betapa indahnya tugas kerja kita dibantu oleh pasangan kita,dan betapa
indahnya ada seseorang disamping kita yang selalu menghibur di sela-sela
penatnya kuliah, betapa indahnya ada tempat curhat yang 100% lebih terjamin
kerahasiaannya yang selalu siap mendengarkan keluh kesah kita.WAH POKOKNYA
SUBHANALLOH SEKALI DECH???Kalau kita beralasan karena materi itu masalahnya
yang menghalangi untuk melaksanakan ketiganya“INGAT REZEKI ALLOH TERBUKA
LEBAR-LEBAR BAGI KITA YANG MAU BERIKHTIAR. Alloh mudah saja membuka lebar
rezeki asal kita mensyukuri atas nikmatNya dan selalu bersabar dan mudah juga
bagi Alloh untuk memsempit rezeki bagi kita yang selalu ingkar atas nikmatNya.
Memang manusia itu cenderung memiliki kekhawatiran akan kesulitan duniawi. Tetapi
bukankah menikah adalah salah satu dari sekian banyak rezeki dari Alloh?

“Barangsiapa
yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rizki dari arah yang
tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh niscaya
Alloh akan mencukupkan ( keperluannya)nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan
urusan ( yang dikehendaki )Nya. Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan
bagi tiap-tiap sesuatu.” ( QS. Ath-Thalaq : 2-3 )

Kuliah
merupakan langkah ikhtiar seseorang untuk membentuk kematangan dalam berpikir
sehingga lebih mampu untuk menjalani kehidupan selanjutnya. Bidang-bidang ilmu
yang ditekuni akan mengantarkannya untuk bisa menjalani kehidupan secara lebih
terprogram. Paling tidak kita punya bekal ilmu dalam bidang kuliah yang kita
ambil untuk mendidik anak-anak kita kelak dalam hidup berrumah tangga.
Sedangkan bekerja adalah langkah ikhtiar seseorang untuk memperoleh rezeki dari
Alloh. Tidak mungkin selamanya kita tergantung hidup pada kedua orang tua atau
orang-orang disekitarnya. Lebih-lebih jika kita sudah menikah, seorang kepala
rumah tangga harus bekerja sebagai suatu kewajiban untuk menghidupi keluarga.

Lain lagi dengan menikah, tidak sedikit orang memahami pernikahan sebagai terminal
akhir mereka yang telah selesai kuliah dan memperoleh pekerjaan yang mapan.
Pemahaman ini harus diluruskan. Bagi seorang muslim, pernikahan dapat
diumpamakan sebagai kendaraan yang harus segera dinaiki dalam rangka
menyempurnakan setengah diennya. Tidak perlu menunggu lulus dan memperoleh
pekerjaan yang mapan dulu untuk bisa menikah, karena dengan demikian dia telah
kehilangan banyak waktunya untuk bisa menyempurnakan setengah diennya. Kepada
mereka, saya hanya bisa katakan, Anda mungkin hanya bisa membuang waktu saja.
Alasan kita misalnya takut untuk melakukan itu semua, belum siaplah, inilah,
itulah??kalau misalkan kita takut dengan sesuatu yang kita takutkan, maka hal
yang kita takutkan itu sewaktu-waktu akan terjadi pada diri kita.Intinya OPTIMIS
Sajalah!! Skenario Alloh sangat begitu indah bagi kita yang berikhtiar dan
percaya pertolongan Alloh pasti ada bagi hambanya yang selalu berniat untuk
kebaikan. So, Seorang muslim sejati adalah mereka yang tidak hanya melangkah
berdasarkan logika akal dan emosi semata tetapi mereka akan menggunakan
keimanan mereka sebagai pijakan setiap langkahnya. Dengan keimanan mereka akan
mampu melihat segala sesuatu sebagai hal yang telah digariskan Alloh. Untuk
itu, mereka akan berikhtiar semaksimal mungkin lalu memasrahkan hasilnya hanya
kepada-Nya. Jadi bagi bagi saya pribadi “Kuliah, Kerja, Nikah”Why Not??

Wallohua’lam bishowab.