RASA TAKUT

Rasa takut adalah satu bentuk manifestasi naluri mempertahankan diri (Gharizatul Baqa’).  Rasa takut pasti ada dalam diri manusia, kerana merupakan bagian dari penciptaannya dan secara fitri ada bersama keberadaan manusia.

Seperti halnya manifestasi-manifestasi naluri mempertahankan diri lainnya, misalnya cinta kekuasaan, membela diri, kasih sayang dan sebagainya, bahkan juga seperti manifestasi naluri-naluri lainnya yakni naluri beragama (Gharizatut Tadayyun), atau naluri mengembangkan dan melestarikan jenis (Gharizatun Nau’), maka manifestasi inipun tidak akan muncul kecuali jika ada sesuatu yang mempengaruhinya.  Jika tidak ada sesuatu yang mempengaruhinya, maka rasa takut ini tidak akan muncul.

Seperti halnya dengan hal-hal yang mempengaruhi munculnya gharizah-gharizah yang lain, maka hal-hal yang dapat mempengaruhi rasa takut ini dapat merupakan sesuatu yang sifatnya fisik atau bisa pula berupa pemikiran yang berkaitan dengan naluri tersebut, dengan syarat keduanya merupakan sesuatu yang biasanya menakutkan atau bisa juga hanya sekadar perasaan yang muncul dari dalam terhadap sesuatu yang menakutkan.

Apabila tidak terdapat pemikiran maupun perasaan tentang sesuatu yang menakutkan, tentu tidak dapat mendatangkan rasa takut.  Kerana pada dasarnya naluri tidak akan tergerak atau terpengaruh potensinya kecuali jika ada perpaduan antara perasaan takut dengan pemikiran atau dengan identifikasi yang berdasarkan naluri (tidak berdasar pertimbangan akal). Oleh kerana itu rasa takut ini tidak muncul pada diri manusia, kecuali jika ada sesuatu yang mempengaruhinya, sekalipun merupakan hal yang fitri yang telah diciptakan secara bersamaan dengan penciptaannya.

Rasa takut termasuk salah satu masalah kehidupan yang berbahaya yang mendominasi bangsa-bangsa atau umat yang rendah dan lemah, yang pada gilirannya akan menimbulkan kehinaan dan keterbelakangan bangsa atau umat tersebut.  Apabila rasa takut ini menimpa seseorang, maka akibatnya lenyaplah kelezatan hidup dan keluhuran budi pekerti orang tersebut, disamping menimbulkan kekacauan berfikir dan hilangnya kemampuan untuk memutuskan sesuatu, yang pada akhirnya menghilangkan konsentrasi dan kemampuan mengidentifikasi sesuatu.

Rasa takut yang paling berbahaya adalah rasa takut yang berasal dari suatu bayangan/ilusi atau sesuatu  yang diada-adakan (hantu).  Dimana hal ini tidak mungkin terjadi kecuali pada orang-orang yang akalnya lemah, baik kelemahan itu kerana tidak sempurnanya perkembangan akal seperti anak-anak, atau kerana tidak adanya informasi yang memadai yang dihubungkan dengan realita, seperti orang-orang yang bodoh atau orang-orang yang mengalami keterbatasan informasi kerana keterbatasannya di dalam masyarakat seperti yang terjadi pada kebanyakan wanita.  Ataupun mereka yang secara fitri lemah otaknya, seperti orang-orang yang cacat mental dan idiot atau yang serupa dengan mereka.

Cara memecahkan rasa takut orang-orang seperti mereka ini adalah dengan mengajak mereka berfikir secara mendalam dan menyederhanakan sesuatu yang dapat memberikan kemudahan berfikir terhadap mereka, atau dengan merasionalkan apa yang mereka takuti itu menjadi sesuatu yang realistis dan dapat mereka indera.  Dengan cara ini mereka mampu menjauhkan rasa takut baik dihilangkan sama sekali maupun secara bertahap sampai sisa-sisanya yang masih ada dalam diri manusia dapat dihilangkan.

Ada pula rasa takut yang lebih rendah bahayanya dari rasa takut yang berasal dari ilusi.  Rasa takut ini merupakan hasil dari tidak adanya kemampuan mengidentifikasi sesuatu secara benar.  Seperti seseorang yang melihat sesuatu yang mungkin menakutkan tetapi mungkin juga tidak.  Misalnya ia melihat seekor anjing mendengkur, tapi dikiranya sebagai anjing gila hanya kerana ia pernah melihat anjing gila serupa itu.  Maka iapun takut melewati jalan tempat anjing itu berada dan berusaha menghindarinya.  Akan tetapi kalau orang itu cermat menelitinya tentu ia akan tahu bahwa anjing itu adalah anjing jinak yang lagi tidur dan tidak menakutkan, bahkan tidak merasakan kalau ada yang lewat.  Contoh lain seseorang yang melihat seekor singa terkurung di dalam sangkar.  Ia takut mendekati sangkar itu kerana khawatir jangan-jangan singa itu akan keluar dari sangkarnya.  Ketika dilihatnya singa itu mangaum meraung-raung, maka rasa takutnya pun semakin menjadi-jadi, kerana ia mengira singa itu benar-benar telah keluar dari sarangnya.

Kesalahan dalam mengidentifikasi sesuatu sering terjadi dalam hal-hal yang bersifat abstrak, seperti rasa takut untuk menulis suatu makalah, menyampaikan khutbah; diskusi dengan seorang penguasa/pejabat tinggi maupun tokoh masyarakat, kerana khawatir akan membawa akibat buruk bagi dirinya.

Rasa takut lainnya yang cukup populer di tengah-tengah masyarakat adalah kerana ketidakmampuan membandingkan akibat antara mengerjakan sesuatu dengan bila tidak mengerjakannya, yang mana keduanya bisa membawa bencana. Maka kesalahan dalam membandingkan hal ini akan mengakibatkan rasa takut untuk turut melibatkan diri dalam suatu keadaan yang berbahaya.  Misalnya rasa takut untuk mengoreksi penguasa zhalim yang dapat menyeretnya (sebagai individu) dalam bencana.  Kerana adanya rasa takut ini, maka seluruh umat ditimpa bencana (sebab kedzaliman tetap ada) termasuk dirinya sendiri yang menjadi bagian dari umat. Begitu juga rasa takut seorang tentara kepada kematian di tengah pertempuran.  Akibat rasa takut ini seluruh pasukan akan binasa, padahal dirinya adalah salah seorang dari pasukan tersebut.  Juga seperti takutnya seseorang yang dipenjara bila mempertahankan aqidah yang diyakini dan diembannya.  Takut seperti ini dapat mengakibatkan hilangnya aqidah pada diri orang itu.  Suatu hal yang lebih menyakitkan daripada dipenjara.  Rasa takut seperti ini sangat berbahaya bagi umat.  Sebab dapat membawa bencana, bahkan lebih dari itu akan membawa umat ke jurang kehancuran dan kehinaan.

Hanya saja pada kondisi-kondisi tertentu rasa takut itu berguna dan bermanfaat, sehingga memang harus ada dan diadakan. Bisa juga sebaliknya, kadangkala rasa takut bisa berbahaya dan membinasakan, sehingga tidak boleh ada dan harus segera dihilangkan.  Rasa takut terhadap bahaya yang memang benar-benar membahayakan adalah sesuatu yang bermanfaat dan harus ada.  Tiadanya rasa takut dalam kondisi seperti ini atau kerana meremehkannya adalah suatu hal yang membahayakan dan tidak boleh terjadi, baik itu membahayakan individu ataupun seluruh ummat.  Sebab rasa takut semacam ini berfungsi sebagai penjaga dan pengekang.  Oleh kerana itu harus dijelaskan kepada umat terhadap bahaya yang akan menimpanya, agar mereka selalu waspada dan berusaha membela diri serta menghilangkan bahaya tersebut.  Rasa takut kepada Allah dan adzabNya misalnya, adalah sesuatu yang penting dan wajib ada, kerana keduanya merupakan penjaga sekaligus pengekang.  Oleh kerana itu rasa takut kepada Allah itu harus ditumbuh-kembangkan dalam jiwa, disertai penjelasan terhadap macam-macam Adzab Allah terhadap orang yang berbuat maksiyat atau orang yang kufur, sehingga manusia akan mengikuti agama-Nya, melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.  Rasa takut seperti ini dan yang yang sejenisnya adalah penting dan bermanfaat serta harus ada, dan diupayakan keberadaannya kerana merupakan penjaga dan pengekang, sekaligus akan menjamin perjalanan manusia di jalan yang lurus.

Jelaslah bahwa sesungguhnya rasa takut adalah bagian dari fitrah manusia. Persepsi manusialah yang menentukan apakah rasa takut itu akan membawa pengaruh dalam dirinya atau justru akan hilang dari dirinya.  Dari satu segi amat berbahaya bagi manusia, tetapi dari segi lain dapat membawa faedah yang besar dalam kehidupannya. Agar manusia dapat menjauhkan bahaya yang menimbulkan rasa takut, dan agar ia dapat menikmati manfaatnya, maka wajib bagi seorang manusia untuk menentukan satu persepsi yang benar dalam kehidupannya, yang tidak lain adalah Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: